Pranoto Mongso, Kalender Kearifan Lokal - KalenderIndonesia.Com

Bagikan:  

Anda Mungkin Tertarik


Oleh  :  Novian Agung
Pada  :  14  Maret  2019 19:35 | 7  رَجَب  1440 19:35 | 7  Rejeb  1952 19:35 | 15k  Wesaka  1955 19:35 | 22  Katilu  1941 19:35
Kategori  :  Budaya
Pranoto Mongso

Sebagai negara dengan 1.340 suku bangsa (menurut sensus BPS tahun 2010) tentunya Indonesia juga mempunyai ribuan budaya. Salah satu budaya tersebut adalah Pranoto Mongso yang merupakan budaya yang dimiliki oleh suku Jawa. Pranoto Mongso adalah sistem kalender yang digunakan oleh suku Jawa dalam penentuan musim tanam. Berasal dari dua kata, yaitu "Pranoto" yang berarti aturan atau ketetapan serta "Mongso" yang berarti musim, Pranoto Mongso dapat diartikan sebagai kalender yang memberi informasi tentang perubahan musim yang terjadi setiap tahunnya.

Dalam perhitungannya, kalender Pranoto Mongso dibagi menjadi 12 mongso atau musim. Perhitungan mongso ini berdasarkan pada kalender Masehi. Lebih jelasnya akan dijabarkan berikut ini.

1. Kasa/Kaso

Kasa/Kaso merupakan mongso pertama, yang mempunyai rentang waktu mulai tanggal 22 Juni sampai 1 Agustus (selama 44 hari) setiap tahunnya. Mongso ini mempunyai ciri-ciri: daun-daun berguguran, kayu mengering, belalang masuk ke dalam tanah. Pada mongso ini tuntutan bagi petani untuk membakar jerami, dan mulai menanam palawija.

2. Karo

Karo merupakan mongso kedua, dengan rentang waktu mulai tanggal 2 Agustus sampai 24 Agustus (selama 23 hari). Mongso ini mempunyai ciri-ciri: tanah mengering dan retak-retak, dan pohon randu dan mangga mulai berbunga.

3. Katelu

Katelu merupakan mongso ketiga, dengan rentang waktu mulai tanggal 25 Agustus sampai 17 September (selama 24 hari). Mongso ini mempunyai ciri-ciri: tanaman merambat menaiki lanjaran, dan rebung bambu bermunculan. Pada mongso ini petani mulai memanen palawija.

4. Kapat

Kapat merupakan mongso keempat, dengan rentang waktu mulai tanggal 18 September sampai 12 Oktober (selama 25 hari). Mongso ini mempunyai ciri-ciri: mata air mulai terisi, kapuk randu mulai berbuah, dan burung-burung kecil mulai bersarang dan bertelur. Pada mongso ini petani memanen palawija, dan saatnya menggarap lahan untuk padi gaga.

5. Kalima/Kalimo

Kalima/Kalimo merupakan mongso kelima, dengan rentang waktu mulai tanggal 13 Oktober sampai 8 November (selama 27 hari). Mongso ini mempunyai ciri-ciri: mulai tutun hujan besar, pohon asam jawa mulai menumbuhkan daun muda, ulat mulai bermunculan, laron keluar dari liang, dan lempuyang dan temu kunci mulai bertunas. Pada mongso ini petani memperbaiki selokan sawah, membuat irigasi, dan mulai menyebar padi gaga.

6. Kanem

Kanem merupakan mongso keenam, dengan rentang waktu mulai tanggal 9 November sampai 21 Desember (selama 43 hari). Mongso ini mempunyai ciri-ciri: buah-buahan (durian, rambutan, manggis, dan lain-lainnya) mulai bermunculan, dan belibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair. Pada mongso ini petani menyebar benih padi di pembenihan.

7. Kapitu

Kapitu merupakan mongso ketujuh, dengan rentang waktu mulai tanggal 23 Desember sampai 3 Februari (selama 43 hari). Mongso ini mempunyai ciri-ciri: banyak hujan, dan banyak sungai yang banjir. Pada mongso ini petani saatnya memindahkan bibit padi ke sawah.

8. Kawolu

Kawolu merupakan mongso kedelapan, dengan rentang waktu mulai tanggal 4 Februari sampai 28/29 Februari (selama 26/27 hari). Mongso ini mempunyai ciri-ciri: musim kucing kawin, padi menghijau, dan uret atau gayas mulai bermunculan di permukaan.

9. Kasanga/Kasongo

Kasanga/Kasongo merupakan mongso kesembilan, dengan rentang waktu mulai tanggal 1 Maret sampai 25 Maret (selama 25 hari). Mongso ini mempunyai ciri-ciri: padi berbunga, jangkrik mulai muncul, tonggeret dan gangsir mulai bersuara, banjir sisa masih mungkin muncul, dan bunga glagah berguguran.

10. Kadasa/Kasedasa/Kasepuluh

Kadasa/Kasedasa/Kasepuluh merupakan mongso kesepuluh, dengan rentang waktu mulai tanggal 26 Maret sampai 18 April (selama 24 hari). Mongso ini mempunyai ciri-ciri: padi mulai menguning, banyak hewan bunting, dan telur burung-burung kecil mulai menetas.

11. Dhesta/Desta

Dhesta/Desta merupakan mongso kesebelas, dengan rentang waktu mulai tanggal 19 April sampai 11 Mei (selama 23 hari). Mongso ini mempunyai ciri-ciri: burung-burung memberi makan anaknya, dan buah kapuk randu merekah. Pada mongso ini petani saatnya panen raya génjah (panen untuk tanaman berumur pendek).

12. Sadha/Sada

Sadha/Sada merupakan mongso keduabelas, dengan rentang waktu mulai tanggal 12 Mei sampai 21 Juni (selama 41 hari). Mongso ini mempunyai ciri-ciri: suhu menurun dan terasa dingin. Pada mongso ini petani saatnya menanam palawija: kedelai, nila, kapas, dan saatnya menggarap tegalan untuk menanam jagung.

Kemudian, dalam perkembangannya, 12 mongso ini juga dijadikan sebagai rumusan dalam penentuan watak manusia yang lahir pada mongso tersebut, yang terangkum dalam suatu pustaka yang disebut dengan primbon. Ke depan, KalenderIndonesia.Com akan juga menampilkan ramalan watak berdasarkan 12 mongso ini, yang akan mengambil referensi dari situs www.primbon.com.

KalenderIndonesia.Com, sudah menerapkan perhitungan kalender Pranoto Mongso ini. Ketika Anda mengklik sebuah tanggal pada tampilan kalender Masehi, maka Anda akan dibawa ke halaman baru yang berisi informasi lengkap mengenai tanggal (yang diklik) tersebut, di mana pada bagian informasi "Jawa" Anda akan menemukan informasi "Mongso". Misalnya pada tautan berikut ini: 7 Desember 2019.


Referensi lengkap mengenai Pranoto Mongso: Wikipedia: Pranata Mangsa.

 Aplikasi Android

banner

 Iklan

 Stats