Beranda


Kenali Koin Micin (Token) yang Beredar Sebelum Ikut-Ikutan
pada: 3 Maret 2024


header-blog

Guys, naiknya Bitcoin beberapa minggu terakhir ini, bikin dunia kripto kembali menggeliat. Ramainya pembahasan tentang mata uang kripto ini, tentu saja bikin kalangan awam tergiur terjun ke dunia kripto. Yang punya duit lebih tentu ikut-ikutan dengan membelanjakan duitnya untuk memborong aset kripto. Yang duitnya sedikit atau yang tidak punya duit tidak mau ketinggalan dengan mencari-cari koin/token gratis lewat ajang airdrop. Tidak ketinggalan juga para kriminal berusaha meraup untung dari para awam yang tidak mau ketinggalan FOMO. Begitu terus dari tahun ke tahun sejak istilah mata uang kripto ini populer.

Nah, untuk kalian guys, yang punya duit, banyak atau sedikit, sebaiknya jangan asal ikut-ikutan ya. Pelajari dulu mengenai mata uang kripto yang akan diboyong. Dan nyatanya mempelajari kripto itu tidak sebatas membaca artikel dari situs berita, whitebook dari pengembang koin, desas-desus dari media sosial, dan sebagainya. Lebih dari itu, kalian juga harus mempelajari kode sumber dari koin/token itu sendiri. Ribet ya? Iya. Maka sebaiknya main aman saja. Bagaimana main yang aman? Sebaiknya beli mata uang kripto yang sudah terpercaya, walaupun agak sulit menilai seberapa dipercayanya mata uang kripto tersebut. Apa saja mata uang kripto yang dapat dipercaya? Tentu saja nomor satu jatuh ke Bitcoin, simbahnya mata uang kripto. Selanjutnya apa? Ethereum, mata uang kripto pelopor lahirnya jutaan jenis token, dan NFT. Selain itu? Sudahlah dua saja, atau tambah satu deh, BNB, walaupun ketiga mata uang kripto tersebut profitnya memang tergolong kecil bila disimpan dari tahun ke tahun.

Mau yang profitnya besar? Bermain-mainlah dengan koin micin (token). Koin micin memang terkenal dengan profit yang menggiurkan, betapa tidak, dalam hitungan menit saja koin micin harganya bisa naik drastis sampai ribuan persen. Tapi ingat, bisa naik tentu juga bisa turun dong, dan turunnya juga bisa ribuan persen juga. Ini yang mesti diwaspadai. Dan... di mana ada celah keuntungan menggiurkan, di situ bakal banyak bangsat bermunculan. Sudah tidak aneh jika mendengar kabar jatuhnya harga token secara drastis, token yang tidak dapat dijual, si pengembang token kabur ke luar dunia, dan sebagainya.

Kenapa bisa banyak bandit di dunia koin micin (token)? Karena token itu mudah dan murah dibuat. Beberapa artikel sebelum ini saya sudah membahas bagaimana cara membuat token sendiri. Anda bisa melihat betapa mudahnya membuat mata uang kripto sendiri, dan murah. Hanya beberapa dollar saja, dan tidak perlu keluar biaya lainnya.

Jadi bagi kalian yang masih tergiur dengan koin micin, sebaiknya pelajari dulu sedalam-dalamnya, seperti saya sebut di atas, pelajari sampai kode sumbernya. Bagaimana cara mendapatkan kode sumber dari suatu token? Silakan baca kembali postingan-postingan saya ke belakang. Setalah tahu cara mendapatkan kode sumbernya, saya akan berbagi tips cara mengenali sifat token.

Pertama, jika kalian menemukan sebuah fungsi seperti di atas pada kode sumber sebuah token, jangan pernah mau untuk membeli token tersebut. Kenapa? Fungsi tersebut (mint), adalah fungsi untuk menambang secara manual, artinya si pengembang dapat menambang koin seenaknya. Apa maksud menambang di sini? Maksudnya adalah menambahkan supply token dan masuk ke alamat wallet pribadi si pengembang token. Ingat prinsip ekonomi, semakin banyak supply maka harga suatu komoditi akan turun. Kalau si pengembang bisa menambah supply seenaknya, maka harga token tersebut sudah pasti akan jatuh.

Tetapi jangan samakan dengan yang ini ya....

Apa perbedaannya fungsi pada gambar di atas dengan fungsi sebelumnya? Jangkauan (scope) dari fungsi tersebut. Fungsi _mint bersifat private karena terdapat kata kunci internal pada bidang deklarasi. Artinya fungsi tersebut tidak bisa dijalankan dari luar. Sedangkan pada deklarasi fungsi mint sebelumnya terdapat kata kunci public. Fungsi _mint ini umumnya akan terdapat pada kode sumber token, di mana fungsi ini akan dipanggil sekali saat kode sumber dikompilasi. Gunanya untuk membuat supply awal dari token tersebut.

Tips ke dua, pastikan terdapat fungsi seperti gambar di bawah ini pada kode sumber.

Beberapa tahun yang lalu, sempat terdengar kabar kalau suatu token tidak dapat dijual. Setelah diperiksa kode sumbernya, ternyata si pengembang memodifikasi fungsinya sehingga token tidak bisa ditransfer ke alamat lain. Sebetulnya bukan fungsi tersbut saja yang mesti diperhatikan untuk memastikan suatu token dapat ditransaksikan (dikirim dan/atau diterima), harus pula diperiksa apakah kode sumbernya sudah terhubung dengan proxy milik DeX (Decentralized Exchange) atau tidak.

Tips ke tiga, simak gambar di bawah ini.

Usahakan pada kode sumber token terdapat kata kunci Upgradeable ya. Fungsi ini menandakan bahwa token dapat di-upgrade (ditingkatkan). Begini, ketika kita meng-compile kemudian mem-publish sebuah token pada suatu jaringan, dan dikemudian hari ternyata terdapat kesalahan atau mal function atau bug kemudian kita perbaiki dan mem-publish ulang. Alih-alih memperbaiki kesalahan, jaringan blockchain akan menciptakan alamat baru untuk token tersebut. Sehingga token yang kita kembangkan akan mempunyai dua alamat. Tentu saja token yang masih menggunakan alamat lama tidak akan kita gunakan, melainkan kita gunakan token dengan alamat yang baru yang sudah diperbaiki. Ini akan menjadi masalah bagi para pemegang token, karena token lama sudah tidak terpakai. Sehingga berapapun nominal token lama tidak berharga karena sudah tidak dapat diperjual-belikan. Bagaimana antisipasi dari si pengembang? Biasanya pengembang akan mengabarkan perubahan alamat ini, dan meminta si pemegang token untuk melakukan penukaran (swap) dari token lama ke token baru dengan nilai yang sama. Yang jadi masalah bila kita sebagai pemegang token dan tidak mengetahu informasi perubahan ini, bagaimana? Ya sudah, hangus itu barang.

Oleh karenanya, pada satu atau dua tahun ke belakang ini, pengembang koin berusaha memecahkan masalah ini dan berhasil. Dengan menambahkan proxy yang dapat diatur agar token yang diperbarui masih dapat menggunakan alamat lama. Karena fitur ini boleh dibilang fitur baru, maka tidak semua token lama akan dapat menerapkannya. Jadi jika Anda punya token lama tapi tidak menerapkan upgradable ini ya abaikan saja. Tapi, jika Anda ingin memboyong token baru tetapi belum menerapkan fitur upgradable ini, ya... pikir-pikir dulu, deh.

Baik guys, sebagai penutup, berikut ini saya bingkiskan hadiah berupa kode sumber token, yang super duper lengkap, untuk dipelajari, dan untuk bahan referensi jika kalian berminat menjadi pengembang token. Silakan diintip di: https://github.com/InochiSoft/InochiToken, saya jamin kodenya keren.


Komentar