loading...

Juz 30

An Naba' Ayat 1 - An Naas Ayat 6

Iklan


Basmallah

بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ

  An Naba' Ayat 1

عَمَّ يَتَسَآءَلُوۡنَ‌ۚ‏
١

HARI BERBANGKIT

Kekuasaan Allah menciptakan alam dan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya adalah bukti bagi kekuasaan-Nya membangkitkan manusia

1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Muhammad saw. diutus sebagai rasul mereka bertanya tentang berita yang dibawa rasul (Qiamah). Ayat ini S.78:1,2) turun berkenaan dengan peristiwa itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Hatim yang bersumber dari al-Hasan.)

  An Naba' Ayat 2

عَنِ النَّبَاِ الۡعَظِيۡمِۙ‏
٢
2. Tentang berita yang besar[1544],Asbabun nuzul
[1544]. Yang dimaksud dengan berita yang besar ialah berita tentang hari berbangkit.

  An Naba' Ayat 3

الَّذِىۡ هُمۡ فِيۡهِ مُخۡتَلِفُوۡنَؕ‏
٣
3. yang mereka perselisihkan tentang ini.

  An Naba' Ayat 4

كَلَّا سَيَعۡلَمُوۡنَۙ‏
٤
4. Sekali-kali tidak[1545]; kelak mereka akan mengetahui,
[1545]. Ini adalah sanggahan terhadap pendapat orang-orang kafir Mekah yang mengingkari hari berbangkit dan hari kiamat.

  An Naba' Ayat 5

ثُمَّ كَلَّا سَيَعۡلَمُوۡنَ‏
٥
5. kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui.

  An Naba' Ayat 6

اَلَمۡ نَجۡعَلِ الۡاَرۡضَ مِهٰدًا ۙ‏  
٦
6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

  An Naba' Ayat 7

وَّالۡجِبَالَ اَوۡتَادًا ۙ‏  
٧
7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,

  An Naba' Ayat 8

وَّخَلَقۡنٰكُمۡ اَزۡوَاجًا ۙ‏  
٨
8. dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,

  An Naba' Ayat 9

وَّجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتًا ۙ‏  
٩
9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,

  An Naba' Ayat 10

وَّجَعَلۡنَا الَّيۡلَ لِبَاسًا ۙ‏  
١٠
10. dan Kami jadikan malam sebagai pakaian[1546],
[1546]. Malam itu disebut sebagai pakaian karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai pakaian menutupi tubuh manusia.

  An Naba' Ayat 11

وَّجَعَلۡنَا النَّهَارَ مَعَاشًا‏  
١١
11. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,

  An Naba' Ayat 12

وَّبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعًا شِدَادًا ۙ‏  
١٢
12. dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,

  An Naba' Ayat 13

وَّ جَعَلۡنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًا ۙ‏  
١٣
13. dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),

  An Naba' Ayat 14

وَّاَنۡزَلۡنَا مِنَ الۡمُعۡصِرٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا ۙ‏
١٤
14. dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,

  An Naba' Ayat 15

لِّـنُخۡرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًا ۙ‏  
١٥
15. supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,

  An Naba' Ayat 16

وَّجَنّٰتٍ اَلۡفَافًا ؕ‏
١٦
16. dan kebun-kebun yang lebat?

  An Naba' Ayat 17

اِنَّ يَوۡمَ الۡفَصۡلِ كَانَ مِيۡقَاتًا ۙ‏  
١٧


Kehebatan hari berbangkit

17. Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,

  An Naba' Ayat 18

يَّوۡمَ يُنۡفَخُ فِى الصُّوۡرِ فَتَاۡتُوۡنَ اَفۡوَاجًا ۙ‏  
١٨
18. yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

  An Naba' Ayat 19

وَّفُتِحَتِ السَّمَآءُ فَكَانَتۡ اَبۡوَابًا ۙ‏  
١٩
19. dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,

  An Naba' Ayat 20

وَّ سُيِّرَتِ الۡجِبَالُ فَكَانَتۡ سَرَابًا ؕ‏
٢٠
20. dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.

  An Naba' Ayat 21

اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتۡ مِرۡصَادًا ۙ‏
٢١


Balasan terhadap orang yang durhaka

21. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai[1547],
[1547]. Maksudnya: di neraka Jahannam ada suatu tempat yang dari tempat itu para penjaga neraka mengintai dan mengawasi isi neraka.

  An Naba' Ayat 22

لِّلطّٰغِيۡنَ مَاٰبًا ۙ‏
٢٢
22. lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,

  An Naba' Ayat 23

لّٰبِثِيۡنَ فِيۡهَاۤ اَحۡقَابًا‌ ۚ‏
٢٣
23. mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,

  An Naba' Ayat 24

لَا يَذُوۡقُوۡنَ فِيۡهَا بَرۡدًا وَّلَا شَرَابًا ۙ‏
٢٤
24. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,

  An Naba' Ayat 25

اِلَّا حَمِيۡمًا وَّغَسَّاقًا ۙ‏  
٢٥
25. selain air yang mendidih dan nanah,

  An Naba' Ayat 26

جَزَآءً وِّفَاقًا ؕ‏
٢٦
26. sebagai pambalasan yang setimpal.

  An Naba' Ayat 27

اِنَّهُمۡ كَانُوۡا لَا يَرۡجُوۡنَ حِسَابًا ۙ‏  
٢٧
27. Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,

  An Naba' Ayat 28

وَّكَذَّبُوۡا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًا ؕ‏  
٢٨
28. dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh- sungguhnya.

  An Naba' Ayat 29

وَكُلَّ شَىۡءٍ اَحۡصَيۡنٰهُ كِتٰبًا ۙ‏  
٢٩
29. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab[1548].
[1548]. Yang dimaksud dengan kitab di sini adalah buku catatan amalan manusia.

  An Naba' Ayat 30

فَذُوۡقُوۡا فَلَنۡ نَّزِيۡدَكُمۡ اِلَّا عَذَابًا‏
٣٠
30. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.

  An Naba' Ayat 31

اِنَّ لِلۡمُتَّقِيۡنَ مَفَازًا ۙ‏
٣١


Balasan terhadap orang yang bertakwa

31. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan,

  An Naba' Ayat 32

حَدَآٮِٕقَ وَاَعۡنَابًا ۙ‏  
٣٢
32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

  An Naba' Ayat 33

وَّكَوَاعِبَ اَتۡرَابًا ۙ‏  
٣٣
33. dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

  An Naba' Ayat 34

وَّكَاۡسًا دِهَاقًا ؕ‏
٣٤
34. dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

  An Naba' Ayat 35

لَا يَسۡمَعُوۡنَ فِيۡهَا لَـغۡوًا وَّلَا كِذّٰبًا‌ ۚ‏  
٣٥
35. Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta.

  An Naba' Ayat 36

جَزَآءً مِّنۡ رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابًا ۙ‏
٣٦
36. Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,

  An Naba' Ayat 37

رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا الرَّحۡمٰنِ‌ لَا يَمۡلِكُوۡنَ مِنۡهُ خِطَابًا‌ ۚ‏  
٣٧
37. Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.

  An Naba' Ayat 38

يَوۡمَ يَقُوۡمُ الرُّوۡحُ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ صَفًّا   ؕۙ لَّا يَتَكَلَّمُوۡنَ اِلَّا مَنۡ اَذِنَ لَهُ الرَّحۡمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا‌‏
٣٨


Perintah agar manusia memilih jalan yang benar kepada Tuhannya

38. Pada hari, ketika ruh[1549]dan para malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.
[1549]. Para ahli tafsir mempunyai pendapat yang berlainan tentang maksud ruh dalam ayat ini. Ada yang mengatakan Jibril, ada yang mengatakan tentara Allah, ada pula yang mengatakan ruh manusia.

  An Naba' Ayat 39

ذٰلِكَ الۡيَوۡمُ الۡحَـقُّ‌ ۚ فَمَنۡ شَآءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا‏
٣٩
39. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

  An Naba' Ayat 40

اِنَّاۤ اَنۡذَرۡنٰـكُمۡ عَذَابًا قَرِيۡبًا ۖۚ  يَّوۡمَ يَنۡظُرُ الۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ يَدٰهُ وَيَقُوۡلُ الۡـكٰفِرُ يٰلَيۡتَنِىۡ كُنۡتُ تُرٰبًا‏
٤٠
40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah."

  An Nazi'at Ayat 1

وَالنّٰزِعٰتِ غَرۡقًا ۙ‏  
١

PENEGASAN HARI BERBANGKIT KEPADA ORANG-ORANG YANG MUSYRIK YANG MENGINGKARINYA

1. Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,

  An Nazi'at Ayat 2

وَّالنّٰشِطٰتِ نَشۡطًا ۙ‏  
٢
2. dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,

  An Nazi'at Ayat 3

وَّالسّٰبِحٰتِ سَبۡحًا ۙ‏  
٣
3. dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

  An Nazi'at Ayat 4

فَالسّٰبِقٰتِ سَبۡقًا ۙ‏  
٤
4. dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,

  An Nazi'at Ayat 5

فَالۡمُدَبِّرٰتِ اَمۡرًا‌ ۘ‏  
٥
5. dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia)[1550].
[1550]. Dalam ayat 1 s/d 5 Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat yang bermacam-macam sifat dan urusannya, bahwa manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat. Sebahagian ahli tafsir berpendapat, bahwa dalam ayat-ayat itu Allah bersumpah dengan bintang-bintang.

  An Nazi'at Ayat 6

يَوۡمَ تَرۡجُفُ الرَّاجِفَةُ ۙ‏
٦
6. (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang alam,

  An Nazi'at Ayat 7

تَتۡبَعُهَا الرَّادِفَةُ ؕ‏
٧
7. tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.

  An Nazi'at Ayat 8

قُلُوۡبٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ وَّاجِفَةٌ ۙ‏
٨
8. Hati manusia pada waktu itu sangat takut,

  An Nazi'at Ayat 9

اَبۡصَارُهَا خَاشِعَةٌ‌ ۘ‏  
٩
9. Pandangannya tunduk.

  An Nazi'at Ayat 10

يَقُوۡلُوۡنَ ءَاِنَّا لَمَرۡدُوۡدُوۡنَ فِى الۡحَـافِرَةِ ؕ‏
١٠
10. (Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula?[1551]Asbabun nuzul
[1551]. Setelah orang-orang kafir mendengar adanya hari kebangkitan sesudah mati mereka merasa heran dan mengejek sebab menurut keyakinan mereka tidak ada hari kebangkitan itu. Itulah sebabnya mereka bertanya demikian itu.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun firman Allah S.79:10 sebagai keterangan kepada Rasulullah yang terdengar oleh kaum kuffar Quraisy, mereka berkata: "Kalau kita dihidupkan kembali sesudah mati, tentu kita akan rugi." Maka turun ayat berikut (S.79:12) sebagai keterangan dari Allah kepada Rasul-Nya tentang ucapan kaum kuffar Quraisy.
(Diriwayatkan oleh Sa'id bin Mansyur yang bersumber dari Muhammad bin Ka'b)

  An Nazi'at Ayat 11

ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ؕ‏  
١١
11. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?"

  An Nazi'at Ayat 12

قَالُوۡا تِلۡكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ‌ ۘ‏  
١٢
12. Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan."

  An Nazi'at Ayat 13

فَاِنَّمَا هِىَ زَجۡرَةٌ وَّاحِدَةٌ ۙ‏  
١٣
13. Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja,

  An Nazi'at Ayat 14

فَاِذَا هُمۡ بِالسَّاهِرَةِ ؕ‏
١٤
14. maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.

  An Nazi'at Ayat 15

هَلۡ اَتٰٮكَ حَدِيۡثُ مُوۡسٰى‌ۘ‏
١٥


KISAH MUSA A.S. DAN FIR´AUN SEBAGAI PENGHIBUR BAGI NABI MUHAMMAD S.A.W.

15. Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.

  An Nazi'at Ayat 16

اِذۡ نَادٰٮهُ رَبُّهٗ بِالۡوَادِ الۡمُقَدَّسِ طُوًى‌ۚ‏
١٦
16. Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;

  An Nazi'at Ayat 17

اِذۡهَبۡ اِلٰى فِرۡعَوۡنَ اِنَّهٗ طَغٰى ۖ‏
١٧
17. "Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,

  An Nazi'at Ayat 18

فَقُلۡ هَلۡ لَّكَ اِلٰٓى اَنۡ تَزَكّٰى ۙ‏
١٨
18. dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)."

  An Nazi'at Ayat 19

وَاَهۡدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخۡشٰى‌ۚ‏
١٩
19. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?"

  An Nazi'at Ayat 20

فَاَرٰٮهُ الۡاٰيَةَ الۡكُبۡرٰى ۖ‏
٢٠
20. Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.

  An Nazi'at Ayat 21

فَكَذَّبَ وَعَصٰى ۖ‏
٢١
21. Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai.

  An Nazi'at Ayat 22

ثُمَّ اَدۡبَرَ يَسۡعٰىۖ‏
٢٢
22. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).

  An Nazi'at Ayat 23

فَحَشَرَ فَنَادٰىۖ‏
٢٣
23. Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.

  An Nazi'at Ayat 24

فَقَالَ اَنَا رَبُّكُمُ الۡاَعۡلٰى ۖ‏
٢٤
24. (Seraya) berkata:"Akulah tuhanmu yang paling tinggi."

  An Nazi'at Ayat 25

فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَڪَالَ الۡاٰخِرَةِ وَالۡاُوۡلٰى ؕ‏
٢٥
25. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.

  An Nazi'at Ayat 26

اِنَّ فِىۡ ذٰلِكَ لَعِبۡرَةً لِّمَنۡ يَّخۡشٰىؕ‏
٢٦
26. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).

  An Nazi'at Ayat 27

ءَاَنۡتُمۡ اَشَدُّ خَلۡقًا اَمِ السَّمَآءُ‌ ؕ بَنٰٮهَا‏
٢٧


MEMBANGKITKAN MANUSIA ADALAH MUDAH BAGI ALLAH SEPERTI MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA

27. Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,

  An Nazi'at Ayat 28

رَفَعَ سَمۡكَهَا فَسَوَّٮهَا ۙ‏
٢٨
28. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,

  An Nazi'at Ayat 29

وَ اَغۡطَشَ لَيۡلَهَا وَاَخۡرَجَ ضُحٰٮهَا‏
٢٩
29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.

  An Nazi'at Ayat 30

وَالۡاَرۡضَ بَعۡدَ ذٰلِكَ دَحٰٮهَا ؕ‏
٣٠
30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

  An Nazi'at Ayat 31

اَخۡرَجَ مِنۡهَا مَآءَهَا وَمَرۡعٰٮهَا‏
٣١
31. Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.

  An Nazi'at Ayat 32

وَالۡجِبَالَ اَرۡسٰٮهَا ۙ‏
٣٢
32. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,

  An Nazi'at Ayat 33

مَتَاعًا لَّـكُمۡ وَلِاَنۡعَامِكُمۡؕ‏
٣٣
33. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

  An Nazi'at Ayat 34

فَاِذَا جَآءَتِ الطَّآمَّةُ الۡكُبۡرٰى ۖ‏
٣٤


DI HARI KIAMAT ITU TERINGATLAH MANUSIA AKAN PERBUATANNYA DI DUNIA

34. Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.

  An Nazi'at Ayat 35

يَوۡمَ يَتَذَكَّرُ الۡاِنۡسَانُ مَا سَعٰىۙ‏
٣٥
35. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

  An Nazi'at Ayat 36

وَبُرِّزَتِ الۡجَحِيۡمُ لِمَنۡ يَّرٰى‏
٣٦
36. dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

  An Nazi'at Ayat 37

فَاَمَّا مَنۡ طَغٰىۙ‏
٣٧
37. Adapun orang yang melampaui batas,

  An Nazi'at Ayat 38

وَاٰثَرَ الۡحَيٰوةَ الدُّنۡيَا ۙ‏
٣٨
38. dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

  An Nazi'at Ayat 39

فَاِنَّ الۡجَحِيۡمَ هِىَ الۡمَاۡوٰىؕ‏
٣٩
39. maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).

  An Nazi'at Ayat 40

وَاَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَ نَهَى النَّفۡسَ عَنِ الۡهَوٰىۙ‏
٤٠
40. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

  An Nazi'at Ayat 41

فَاِنَّ الۡجَـنَّةَ هِىَ الۡمَاۡوٰىؕ‏
٤١
41. maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).

  An Nazi'at Ayat 42

يَسۡـــَٔلُوۡنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرۡسٰٮهَا ؕ‏
٤٢
42. (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya?[1552]Asbabun nuzul
[1552]. Kata-kata ini mereka ucapkan adalah sebagai ejekan saja, bukan karena mereka percaya akan hari berbangkit.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S 79:42,43,44) turun ketika Rasulullah saw. ditanya tentang permulaan qiamat. Ayat ini turun sebagai penegasan bahwa hanya Allah yang mengetahui waktunya.
(Diriwayatkan oleh al-Hakim dan Ibnu Jarir yang bersumber dari Aisyah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum musyrikin Makkah bertanya dengan sinis kepada Rasulullah saw.: "kapan terjadinya qiamat?" Allah menurunkan ayat ini (S.79:42-46) yang menegaskan bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui akan waktunya.
(Diriwayatkan oleh Ibnu abi Hatim dari Juwaibir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Rasulullah saw. sering menyebut-nyebut qiamat. Maka turunlah ayat ini (S.79:43,44) sebagai perintah untuk menyerahkan persoalannya kpqada Allah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Jarir yang bersumber dari Thariq bin Syihab. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari 'Urwah.)

  An Nazi'at Ayat 43

فِيۡمَ اَنۡتَ مِنۡ ذِكۡرٰٮهَاؕ‏
٤٣
43. Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)?Asbabun nuzul

  An Nazi'at Ayat 44

اِلٰى رَبِّكَ مُنۡتَهٰٮهَاؕ‏
٤٤
44. Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).Asbabun nuzul

  An Nazi'at Ayat 45

اِنَّمَاۤ اَنۡتَ مُنۡذِرُ مَنۡ يَّخۡشٰٮهَاؕ‏
٤٥
45. Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit)

  An Nazi'at Ayat 46

كَاَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَهَا لَمۡ يَلۡبَثُوۡۤا اِلَّا عَشِيَّةً اَوۡ ضُحٰٮهَا‏
٤٦
46. Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari[1553].
[1553]. Karena hebatnya suasana hari berbangkit itu mereka merasa bahwa hidup di dunia adalah sebentar saja.

  'Abasa Ayat 1

عَبَسَ وَتَوَلّٰٓىۙ‏
١

TEGURAN KEPADA RASULULLAH S.A.W.

1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1 turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah saw. sambil berkata: "Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah." Pada waktu itu Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar Quraisy. Ummi Maktum berkata: "Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?" Rasulullah menjawab: "Tidak." Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari 'Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya'la yang bersumber dari Anas.)

  'Abasa Ayat 2

اَنۡ جَآءَهُ الۡاَعۡمٰىؕ‏
٢
2. karena telah datang seorang buta kepadanya[1554].Asbabun nuzul
[1554]. Orang buta itu bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Dia datang kepada Rasulullah s.a.w. meminta ajaran-ajaran tentang Islam; lalu Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan berpaling daripadanya, karena beliau sedang menghadapi pembesar Quraisy dengan pengharapan agar pembesar-pembesar tersebut mau masuk Islam. Maka turunlah surat ini sebagi teguran kepada Rasulullah s.a.w.

  'Abasa Ayat 3

وَمَا يُدۡرِيۡكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰٓىۙ‏
٣
3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),Asbabun nuzul

  'Abasa Ayat 4

اَوۡ يَذَّكَّرُ فَتَنۡفَعَهُ الذِّكۡرٰىؕ‏
٤
4. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?Asbabun nuzul

  'Abasa Ayat 5

اَمَّا مَنِ اسۡتَغۡنٰىۙ‏
٥
5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup[1555],Asbabun nuzul
[1555]. Yaitu pembesar-pembesar Quraisy yang sedang dihadapi Rasulullah s.a.w. yang diharapkannya dapat masuk Islam.

  'Abasa Ayat 6

فَاَنۡتَ لَهٗ تَصَدّٰىؕ‏
٦
6. maka kamu melayaninya.Asbabun nuzul

  'Abasa Ayat 7

وَمَا عَلَيۡكَ اَلَّا يَزَّكّٰٓىؕ‏
٧
7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).Asbabun nuzul

  'Abasa Ayat 8

وَاَمَّا مَنۡ جَآءَكَ يَسۡعٰىۙ‏
٨
8. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),Asbabun nuzul

  'Abasa Ayat 9

وَهُوَ يَخۡشٰىۙ‏
٩
9. sedang ia takut kepada (Allah),Asbabun nuzul

  'Abasa Ayat 10

فَاَنۡتَ عَنۡهُ تَلَهّٰى‌ۚ‏
١٠
10. maka kamu mengabaikannya.Asbabun nuzul

  'Abasa Ayat 11

كَلَّاۤ اِنَّهَا تَذۡكِرَةٌ ۚ‏  
١١
11. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,

  'Abasa Ayat 12

فَمَنۡ شَآءَ ذَكَرَهٗ‌ۘ‏
١٢
12. maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,

  'Abasa Ayat 13

فِىۡ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ‏  
١٣
13. di dalam kitab-kitab yang dimuliakan[1556],
[1556]. Maksudnya: kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang berasal dari Lauhul Mahfuzh.

  'Abasa Ayat 14

مَّرۡفُوۡعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۭۙ‏
١٤
14. yang ditinggikan lagi disucikan,

  'Abasa Ayat 15

بِاَيۡدِىۡ سَفَرَةٍۙ‏
١٥
15. di tangan para penulis (malaikat),

  'Abasa Ayat 16

كِرَامٍۢ بَرَرَةٍؕ‏  
١٦
16. yang mulia lagi berbakti.

  'Abasa Ayat 17

قُتِلَ الۡاِنۡسَانُ مَاۤ اَكۡفَرَهٗؕ‏
١٧


PERINGATAN TUHAN KEPADA MANUSIA YANG TIDAK TAHU HAKIKAT DIRINYA

17. Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya?Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S.80:17) turun berkenaan dengan Utbah bin Abi Lahab yang berkata: "Aku kufur terhadap Tuhan Bintang." Ayat ini menegaskan bahwa manusia akan tercela karena kekufurannya.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ikrimah.)

  'Abasa Ayat 18

مِنۡ اَىِّ شَىۡءٍ خَلَقَهٗؕ‏
١٨
18. Dari apakah Allah menciptakannya?

  'Abasa Ayat 19

مِنۡ نُّطۡفَةٍؕ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗ ۙ‏
١٩
19. Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya[1557].
[1557]. Yang dimaksud dengan menentukannya ialah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezkinya, dan nasibnya.

  'Abasa Ayat 20

ثُمَّ السَّبِيۡلَ يَسَّرَهٗۙ‏
٢٠
20. Kemudian Dia memudahkan jalannya.[1558]
[1558]. Memudahkan jalan maksudnya memudahkan kelahirannya atau memberi persediaan kepadanya untuk menjalani jalan yang benar atau jalan yang sesat.

  'Abasa Ayat 21

ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقۡبَرَهٗۙ‏
٢١
21. kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,

  'Abasa Ayat 22

ثُمَّ اِذَا شَآءَ اَنۡشَرَهٗؕ‏
٢٢
22. kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.

  'Abasa Ayat 23

كَلَّا لَـمَّا يَقۡضِ مَاۤ اَمَرَهٗؕ‏
٢٣
23. Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya,

  'Abasa Ayat 24

فَلۡيَنۡظُرِ الۡاِنۡسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖۤۙ‏
٢٤
24. maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.

  'Abasa Ayat 25

اَنَّا صَبَبۡنَا الۡمَآءَ صَبًّا ۙ‏
٢٥
25. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),

  'Abasa Ayat 26

ثُمَّ شَقَقۡنَا الۡاَرۡضَ شَقًّا ۙ‏  
٢٦
26. kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,

  'Abasa Ayat 27

فَاَنۡۢبَتۡنَا فِيۡهَا حَبًّا ۙ‏  
٢٧
27. lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,

  'Abasa Ayat 28

وَّ عِنَبًا وَّقَضۡبًا ۙ‏  
٢٨
28. anggur dan sayur-sayuran,

  'Abasa Ayat 29

وَّزَيۡتُوۡنًا وَّنَخۡلًا ؕ‏  
٢٩
29. zaitun dan kurma,

  'Abasa Ayat 30

وَحَدَآٮِٕقَ غُلۡبًا ۙ‏  
٣٠
30. kebun-kebun (yang) lebat,

  'Abasa Ayat 31

وَّفَاكِهَةً وَّاَبًّا ۙ‏  
٣١
31. dan buah-buahan serta rumput-rumputan,

  'Abasa Ayat 32

مَّتَاعًا لَّـكُمۡ وَلِاَنۡعَامِكُمۡؕ‏
٣٢
32. untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.

  'Abasa Ayat 33

فَاِذَا جَآءَتِ الصَّآخَّةُ‏
٣٣
33. Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

  'Abasa Ayat 34

يَوۡمَ يَفِرُّ الۡمَرۡءُ مِنۡ اَخِيۡهِۙ‏
٣٤
34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,

  'Abasa Ayat 35

وَاُمِّهٖ وَاَبِيۡهِۙ‏
٣٥
35. dari ibu dan bapaknya,

  'Abasa Ayat 36

وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيۡهِؕ‏
٣٦
36. dari istri dan anak-anaknya.

  'Abasa Ayat 37

لِكُلِّ امۡرِیءٍ مِّنۡهُمۡ يَوۡمَٮِٕذٍ شَاۡنٌ يُّغۡنِيۡهِؕ‏
٣٧
37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

  'Abasa Ayat 38

وُجُوۡهٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ مُّسۡفِرَةٌ ۙ‏  
٣٨
38. Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

  'Abasa Ayat 39

ضَاحِكَةٌ مُّسۡتَبۡشِرَةٌ ۚ‏  
٣٩
39. tertawa dan bergembira ria,

  'Abasa Ayat 40

وَوُجُوۡهٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ عَلَيۡهَا غَبَرَةٌ ۙ‏  
٤٠
40. dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,

  'Abasa Ayat 41

تَرۡهَقُهَا قَتَرَةٌ ؕ‏
٤١
41. dan ditutup lagi oleh kegelapan[1559].
[1559]. Maksudnya mereka ditimpa kehinaan dan kesusahan.

  'Abasa Ayat 42

اُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡكَفَرَةُ الۡفَجَرَةُ‏
٤٢
42. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

  At Takwiir Ayat 1

اِذَا الشَّمۡسُ كُوِّرَتۡۙ‏
١

DI KALA TERJADI PERISTIWA-PERISTIWA BESAR PADA HARI KIAMAT, TAHULAH TIAP-TIAP JIWA APA YANG TELAH DIKERJAKANNYA WAKTU DI DUNIA

1. Apabila matahari digulung,

  At Takwiir Ayat 2

وَاِذَا النُّجُوۡمُ انْكَدَرَتۡۙ‏
٢
2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

  At Takwiir Ayat 3

وَاِذَا الۡجِبَالُ سُيِّرَتۡۙ‏
٣
3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

  At Takwiir Ayat 4

وَاِذَا الۡعِشَارُ عُطِّلَتۡۙ‏
٤
4. dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan)

  At Takwiir Ayat 5

وَاِذَا الۡوُحُوۡشُ حُشِرَتۡۙ‏
٥
5. dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

  At Takwiir Ayat 6

وَاِذَا الۡبِحَارُ سُجِّرَتۡۙ‏
٦
6. dan apabila lautan dijadikan meluap

  At Takwiir Ayat 7

وَاِذَا النُّفُوۡسُ زُوِّجَتۡۙ‏
٧
7. dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)

  At Takwiir Ayat 8

وَاِذَا الۡمَوۡءٗدَةُ سُٮِٕلَتۡۙ‏
٨
8. dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

  At Takwiir Ayat 9

بِاَىِّ ذَنۡۢبٍ قُتِلَتۡ‌ۚ‏
٩
9. karena dosa apakah dia dibunuh,

  At Takwiir Ayat 10

وَاِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتۡۙ‏
١٠
10. dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,

  At Takwiir Ayat 11

وَاِذَا السَّمَآءُ كُشِطَتۡۙ‏
١١
11. dan apabila langit dilenyapkan,

  At Takwiir Ayat 12

وَاِذَا الۡجَحِيۡمُ سُعِّرَتۡۙ‏
١٢
12. dan apabila neraka Jahim dinyalakan,

  At Takwiir Ayat 13

وَاِذَا الۡجَـنَّةُ اُزۡلِفَتۡۙ‏
١٣
13. dan apabila syurga didekatkan,

  At Takwiir Ayat 14

عَلِمَتۡ نَفۡسٌ مَّاۤ اَحۡضَرَتۡؕ‏
١٤
14. maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

  At Takwiir Ayat 15

فَلَاۤ اُقۡسِمُ بِالۡخُنَّسِۙ‏
١٥


MUHAMMAD BUKANLAH SEORANG GILA, MELAINKAN RASUL, KEPADANYA DITURUNKAN AL QURAAN

15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,

  At Takwiir Ayat 16

الۡجَوَارِ الۡكُنَّسِۙ‏
١٦
16. yang beredar dan terbenam,

  At Takwiir Ayat 17

وَالَّيۡلِ اِذَا عَسۡعَسَۙ‏
١٧
17. demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,

  At Takwiir Ayat 18

وَالصُّبۡحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ‏
١٨
18. dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

  At Takwiir Ayat 19

اِنَّهٗ لَقَوۡلُ رَسُوۡلٍ كَرِيۡمٍۙ‏  
١٩
19. sesungguhnya Al Qur'aan itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),

  At Takwiir Ayat 20

ذِىۡ قُوَّةٍ عِنۡدَ ذِى الۡعَرۡشِ مَكِيۡنٍۙ‏  
٢٠
20. yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy,

  At Takwiir Ayat 21

مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيۡنٍؕ‏  
٢١
21. yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

  At Takwiir Ayat 22

وَ مَا صَاحِبُكُمۡ بِمَجۡنُوۡنٍ‌ۚ‏  
٢٢
22. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.

  At Takwiir Ayat 23

وَلَقَدۡ رَاٰهُ بِالۡاُفُقِ الۡمُبِيۡنِ‌ۚ‏
٢٣
23. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

  At Takwiir Ayat 24

وَمَا هُوَ عَلَى الۡغَيۡبِ بِضَنِيۡنٍ‌ۚ‏  
٢٤
24. Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.

  At Takwiir Ayat 25

وَمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَيۡطٰنٍ رَّجِيۡمٍۙ‏  
٢٥
25. Dan Al Qur'an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk,

  At Takwiir Ayat 26

فَاَيۡنَ تَذۡهَبُوۡنَؕ‏
٢٦
26. maka ke manakah kamu akan pergi[1560]?
[1560]. Maksudnya: sesudah diterangkan bahwa Al Quran itu benar-benar datang dari Allah dan di dalamnya berisi pelajaran dan petunjuk yang memimpin manusia ke jalan yang lurus, ditanyakanlah kepada orang-orang kafir itu:"Jalan manakah yang akan kamu tempuh lagi?"

  At Takwiir Ayat 27

اِنۡ هُوَ اِلَّا ذِكۡرٌ لِّلۡعٰلَمِيۡنَۙ‏
٢٧
27. Al Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,

  At Takwiir Ayat 28

لِمَنۡ شَآءَ مِنۡكُمۡ اَنۡ يَّسۡتَقِيۡمَؕ‏
٢٨
28. (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun ayat S.81:28, Abu Jahal berkata: "Kalau demikian, kitalah yang menentukan apakah mau lurus atau tidak." Maka Allah menurunkan ayat berikutnya (S.81:29) membantah anggapan itu, dan menegaskan bahwa Allah yang menentukannya.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sulaiman bin Musa. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim dari Baqiyah bin 'Amr bin Muhammad dari Zaid bin Aslam yang bersumber dari Abi Hurairah. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir dari Sulaiman bin al-Qasim bin Mukhaimarah.)

  At Takwiir Ayat 29

وَمَا تَشَآءُوۡنَ اِلَّاۤ اَنۡ يَّشَآءَ اللّٰهُ رَبُّ الۡعٰلَمِيۡنَ‏
٢٩
29. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.Asbabun nuzul

  Al Infithaar Ayat 1

اِذَا السَّمَآءُ انْفَطَرَتۡۙ‏
١

CELAAN TERHADAP MANUSIA YANG DURHAKA KEPADA ALLAH

1. Apabila langit terbelah,

  Al Infithaar Ayat 2

وَاِذَا الۡكَوَاكِبُ انْتَثَرَتۡۙ‏
٢
2. dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

  Al Infithaar Ayat 3

وَاِذَا الۡبِحَارُ فُجِّرَتۡۙ‏
٣
3. dan apabila lautan menjadikan meluap,

  Al Infithaar Ayat 4

وَاِذَا الۡقُبُوۡرُ بُعۡثِرَتۡۙ‏
٤
4. dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

  Al Infithaar Ayat 5

عَلِمَتۡ نَفۡسٌ مَّا قَدَّمَتۡ وَاَخَّرَتۡؕ‏
٥
5. maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

  Al Infithaar Ayat 6

يٰۤاَيُّهَا الۡاِنۡسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الۡكَرِيۡمِۙ‏
٦
6. Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S.82:6) turun berkenaan dengan Ubay bin Khalaf yang mengingkari hari Ba'ts (dibangkitkan dari kubur).
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ikrimah.)

  Al Infithaar Ayat 7

الَّذِىۡ خَلَقَكَ فَسَوّٰٮكَ فَعَدَلَـكَۙ‏
٧
7. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

  Al Infithaar Ayat 8

فِىۡۤ اَىِّ صُوۡرَةٍ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَؕ‏
٨
8. dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

  Al Infithaar Ayat 9

كَلَّا بَلۡ تُكَذِّبُوۡنَ بِالدِّيۡنِۙ‏
٩
9. Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

  Al Infithaar Ayat 10

وَاِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحٰـفِظِيۡنَۙ‏
١٠


SEMUA PERBUATAN MANUSIA DICATAT OLEH MALAIKAT DAN AKAN MENDAPAT BALASAN YANG SEIMBANG

10. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

  Al Infithaar Ayat 11

كِرَامًا كَاتِبِيۡنَۙ‏
١١
11. yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),

  Al Infithaar Ayat 12

يَعۡلَمُوۡنَ مَا تَفۡعَلُوۡنَ‏
١٢
12. mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  Al Infithaar Ayat 13

اِنَّ الۡاَبۡرَارَ لَفِىۡ نَعِيۡمٍۚ‏  
١٣
13. Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh kenikmatan,

  Al Infithaar Ayat 14

وَاِنَّ الۡفُجَّارَ لَفِىۡ جَحِيۡمٍ ۚۖ‏  
١٤
14. dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

  Al Infithaar Ayat 15

يَّصۡلَوۡنَهَا يَوۡمَ الدِّيۡنِ‏
١٥
15. Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

  Al Infithaar Ayat 16

وَمَا هُمۡ عَنۡهَا بِغَآٮِٕبِيۡنَؕ‏
١٦
16. Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu.

  Al Infithaar Ayat 17

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا يَوۡمُ الدِّيۡنِۙ‏
١٧
17. Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

  Al Infithaar Ayat 18

ثُمَّ مَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا يَوۡمُ الدِّيۡنِؕ‏
١٨
18. Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

  Al Infithaar Ayat 19

يَوۡمَ لَا تَمۡلِكُ نَفۡسٌ لِّنَفۡسٍ شَيۡـــًٔا‌ ؕ وَالۡاَمۡرُ يَوۡمَٮِٕذٍ لِّلَّهِ‏
١٩
19. (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

  Al Muthaffifiin Ayat 1

وَيۡلٌ لِّلۡمُطَفِّفِيۡنَۙ‏
١

ANCAMAN TERHADAP ORANG CURANG DALAM MENAKAR DAN MENIMBANG

1. Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang[1561]Asbabun nuzul
[1561]. Yang dimaksud dengan orang-orang yang curang di sini ialah orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. sampai ke Madinah, diketahui bahwa orang-orang Madinah termasuk yang paling curang dalam takaran dan timbangan. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.83:1,2,3) sebagai ancaman kepada orang-orang yang curang dalam menimbang. Setelah ayat ini turun orang-orang Madinah termasuk orang yang jujur dalam menimbang dan menakar.
(Diriwayatkan oleh an-Nasa'i dan Ibnu Majah dengan sanad yang shahih yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

  Al Muthaffifiin Ayat 2

الَّذِيۡنَ اِذَا اكۡتَالُوۡا عَلَى النَّاسِ يَسۡتَوۡفُوۡنَۖ‏
٢
2. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,Asbabun nuzul

  Al Muthaffifiin Ayat 3

وَاِذَا كَالُوۡهُمۡ اَوْ وَّزَنُوۡهُمۡ يُخۡسِرُوۡنَؕ‏
٣
3. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.Asbabun nuzul

  Al Muthaffifiin Ayat 4

اَلَا يَظُنُّ اُولٰٓٮِٕكَ اَنَّهُمۡ مَّبۡعُوۡثُوۡنَۙ‏
٤
4. Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,

  Al Muthaffifiin Ayat 5

لِيَوۡمٍ عَظِيۡمٍۙ‏  
٥
5. pada suatu hari yang besar,

  Al Muthaffifiin Ayat 6

يَّوۡمَ يَقُوۡمُ النَّاسُ لِرَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَؕ‏
٦
6. (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?

  Al Muthaffifiin Ayat 7

كَلَّاۤ اِنَّ كِتٰبَ الۡفُجَّارِ لَفِىۡ سِجِّيۡنٍؕ‏  
٧


KEADAAN ORANG-ORANG YANG DURHAKA PADA HARI KIAMAT

7. Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin[1562].
[1562]. Sijjin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang durhaka.

  Al Muthaffifiin Ayat 8

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا سِجِّيۡنٌؕ‏
٨
8. Tahukah kamu apakah sijjin itu?

  Al Muthaffifiin Ayat 9

كِتٰبٌ مَّرۡقُوۡمٌؕ‏  
٩
9. (Ialah) kitab yang bertulis.

  Al Muthaffifiin Ayat 10

وَيۡلٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ لِّلۡمُكَذِّبِيۡنَۙ‏
١٠
10. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,

  Al Muthaffifiin Ayat 11

الَّذِيۡنَ يُكَذِّبُوۡنَ بِيَوۡمِ الدِّيۡنِؕ‏
١١
11. (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.

  Al Muthaffifiin Ayat 12

وَمَا يُكَذِّبُ بِهٖۤ اِلَّا كُلُّ مُعۡتَدٍ اَثِيۡمٍۙ‏
١٢
12. Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,

  Al Muthaffifiin Ayat 13

اِذَا تُتۡلٰى عَلَيۡهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيۡرُ الۡاَوَّلِيۡنَؕ‏
١٣
13. yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu"

  Al Muthaffifiin Ayat 14

كَلَّا‌ بَلۡ؄ رَانَ عَلٰى قُلُوۡبِهِمۡ مَّا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏
١٤
14. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.

  Al Muthaffifiin Ayat 15

كَلَّاۤ اِنَّهُمۡ عَنۡ رَّبِّهِمۡ يَوۡمَٮِٕذٍ لَّمَحۡجُوۡبُوۡنَ‌ؕ‏
١٥
15. Sekali-kali tidak[1563], sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.
[1563]. Maksudnya: sekali-kali tidak seperti apa yang mereka katakan bahwa mereka dekat pada sisi Allah.

  Al Muthaffifiin Ayat 16

ثُمَّ اِنَّهُمۡ لَصَالُوا الۡجَحِيۡمِؕ‏
١٦
16. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.

  Al Muthaffifiin Ayat 17

ثُمَّ يُقَالُ هٰذَا الَّذِىۡ كُنۡتُمۡ بِهٖ تُكَذِّبُوۡنَؕ‏
١٧
17. Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan."

  Al Muthaffifiin Ayat 18

كَلَّاۤ اِنَّ كِتٰبَ الۡاَبۡرَارِ لَفِىۡ عِلِّيِّيۡنَؕ‏
١٨


KEADAAN ORANG-ORANG YANG BERBAKTI KEPADA ALLAH PADA HARI KIAMAT

18. Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin.[1564]
[1564]. 'Illiyyin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang berbakti.

  Al Muthaffifiin Ayat 19

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا عِلِّيُّوۡنَؕ‏
١٩
19. Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu?

  Al Muthaffifiin Ayat 20

كِتٰبٌ مَّرۡقُوۡمٌۙ‏  
٢٠
20. (Yaitu) kitab yang bertulis,

  Al Muthaffifiin Ayat 21

يَّشۡهَدُهُ الۡمُقَرَّبُوۡنَؕ‏
٢١
21. yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).

  Al Muthaffifiin Ayat 22

اِنَّ الۡاَبۡرَارَ لَفِىۡ نَعِيۡمٍۙ‏
٢٢
22. Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga),

  Al Muthaffifiin Ayat 23

عَلَى الۡاَرَآٮِٕكِ يَنۡظُرُوۡنَۙ‏
٢٣
23. mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

  Al Muthaffifiin Ayat 24

تَعۡرِفُ فِىۡ وُجُوۡهِهِمۡ نَضۡرَةَ النَّعِيۡمِ‌ۚ‏
٢٤
24. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan.

  Al Muthaffifiin Ayat 25

يُسۡقَوۡنَ مِنۡ رَّحِيۡقٍ مَّخۡتُوۡمٍۙ‏
٢٥
25. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya),

  Al Muthaffifiin Ayat 26

خِتٰمُهٗ مِسۡكٌ ‌ؕ وَفِىۡ ذٰلِكَ فَلۡيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُوۡنَ‏
٢٦
26. laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.

  Al Muthaffifiin Ayat 27

وَ مِزَاجُهٗ مِنۡ تَسۡنِيۡمٍۙ‏
٢٧
27. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim,

  Al Muthaffifiin Ayat 28

عَيۡنًا يَّشۡرَبُ بِهَا الۡمُقَرَّبُوۡنَؕ‏
٢٨
28. (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.

  Al Muthaffifiin Ayat 29

اِنَّ الَّذِيۡنَ اَجۡرَمُوۡا كَانُوۡا مِنَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا يَضۡحَكُوۡنَ  ۖ‏
٢٩


EJEKAN-EJEKAN TERHADAP ORANG-ORANG MU'MIN DI DUNIA DAN BALASANNYA DI AKHIRAT

29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.

  Al Muthaffifiin Ayat 30

وَاِذَا مَرُّوۡا بِهِمۡ يَتَغَامَزُوۡنَ  ۖ‏
٣٠
30. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

  Al Muthaffifiin Ayat 31

وَاِذَا انۡقَلَبُوۡۤا اِلٰٓى اَهۡلِهِمُ انْقَلَبُوۡا فَكِهِيۡنَ  ۖ‏
٣١
31. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.

  Al Muthaffifiin Ayat 32

وَاِذَا رَاَوۡهُمۡ قَالُوۡۤا اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَـضَآلُّوۡنَۙ‏
٣٢
32. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat",

  Al Muthaffifiin Ayat 33

وَمَاۤ اُرۡسِلُوۡا عَلَيۡهِمۡ حٰفِظِيۡنَۙ‏
٣٣
33. padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin.

  Al Muthaffifiin Ayat 34

فَالۡيَوۡمَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مِنَ الۡكُفَّارِ يَضۡحَكُوۡنَۙ‏
٣٤
34. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir,

  Al Muthaffifiin Ayat 35

عَلَى الۡاَرَآٮِٕكِۙ يَنۡظُرُوۡنَؕ‏
٣٥
35. mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

  Al Muthaffifiin Ayat 36

هَلۡ ثُوِّبَ الۡكُفَّارُ مَا كَانُوۡا يَفۡعَلُوۡنَ‏
٣٦
36. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

  Al Insyiqaaq Ayat 1

اِذَا السَّمَآءُ انْشَقَّتۡۙ‏
١

ORANG-ORANG MUKMIN MENERIMA CATATAN AMALNYA DI SEBELAH KANAN DAN AKAN MENERIMA PEMERIKSAAN YANG MUDAH

1. Apabila langit terbelah,

  Al Insyiqaaq Ayat 2

وَاَذِنَتۡ لِرَبِّهَا وَحُقَّتۡۙ‏
٢

2. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,

  Al Insyiqaaq Ayat 3

وَاِذَا الۡاَرۡضُ مُدَّتۡؕ‏
٣

3. dan apabila bumi diratakan,

  Al Insyiqaaq Ayat 4

وَاَلۡقَتۡ مَا فِيۡهَا وَتَخَلَّتۡۙ‏
٤

4. dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,

  Al Insyiqaaq Ayat 5

وَاَذِنَتۡ لِرَبِّهَا وَحُقَّتۡؕ‏
٥

5. dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya).

  Al Insyiqaaq Ayat 6

يٰۤاَيُّهَا الۡاِنۡسَانُ اِنَّكَ كَادِحٌ اِلٰى رَبِّكَ كَدۡحًا فَمُلٰقِيۡهِ‌ۚ‏
٦

6. Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.[1565]
[1565]. Maksudnya: manusia di dunia ini baik disadarinya atau tidak adalah dalam perjalanan kepada Tuhannya. Dan tidak dapat tidak dia akan menemui Tuhannya untuk menerima pembalasan-Nya dari perbuatannya yang buruk maupun yang baik.

  Al Insyiqaaq Ayat 7

فَاَمَّا مَنۡ اُوۡتِىَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيۡنِهٖۙ‏
٧

7. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,

  Al Insyiqaaq Ayat 8

فَسَوۡفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيۡرًا ۙ‏  
٨

8. maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,

  Al Insyiqaaq Ayat 9

وَّيَنۡقَلِبُ اِلٰٓى اَهۡلِهٖ مَسۡرُوۡرًا ؕ‏  
٩

9. dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.

  Al Insyiqaaq Ayat 10

وَاَمَّا مَنۡ اُوۡتِىَ كِتٰبَهٗ وَرَآءَ ظَهۡرِهٖۙ‏
١٠


ORANG-ORANG DURHAKA MENERIMA CATATAN AMALNYA DARI BELAKANG DAN AKAN DIMASUKKAN KE DALAM NERAKA

10. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,

  Al Insyiqaaq Ayat 11

فَسَوۡفَ يَدۡعُوۡا ثُبُوۡرًا ۙ‏  
١١

11. maka dia akan berteriak: "Celakalah aku."

  Al Insyiqaaq Ayat 12

وَّيَصۡلٰى سَعِيۡرًا ؕ‏
١٢

12. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

  Al Insyiqaaq Ayat 13

اِنَّهٗ كَانَ فِىۡۤ اَهۡلِهٖ مَسۡرُوۡرًا ؕ‏
١٣

13. Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).

  Al Insyiqaaq Ayat 14

اِنَّهٗ ظَنَّ اَنۡ لَّنۡ يَّحُوۡرَ ۛۚ‏
١٤

14. Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya).

  Al Insyiqaaq Ayat 15

بَلٰٓى ۛۚ اِنَّ رَبَّهٗ كَانَ بِهٖ بَصِيۡرًا ؕ‏  
١٥

15. (Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.

  Al Insyiqaaq Ayat 16

فَلَاۤ اُقۡسِمُ بِالشَّفَقِۙ‏
١٦


MANUSIA MENGALAMI PROSES KEHIDUPAN TINGKAT DEMI TINGKAT


16. Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,

  Al Insyiqaaq Ayat 17

وَالَّيۡلِ وَمَا وَسَقَۙ‏
١٧

17. dan dengan malam dan apa yang diselubunginya,

  Al Insyiqaaq Ayat 18

وَالۡقَمَرِ اِذَا اتَّسَقَۙ‏
١٨

18. dan dengan bulan apabila jadi purnama,

  Al Insyiqaaq Ayat 19

لَتَرۡكَبُنَّ طَبَقًا عَنۡ طَبَقٍؕ‏  
١٩

19. sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan),[1566]
[1566]. Yang dimaksud dengan tingkat demi tingkat ialah dari setetes air mani sampai dilahirkan, kemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan sampai dewasa. Dari hidup menjadi mati kemudian dibangkitkan kembali.

  Al Insyiqaaq Ayat 20

فَمَا لَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُوۡنَۙ‏
٢٠

20. Mengapa mereka tidak mau beriman?

  Al Insyiqaaq Ayat 21

وَاِذَا قُرِئَ عَلَيۡهِمُ الۡقُرۡاٰنُ لَا يَسۡجُدُوۡنَ ؕ ۩‏
٢١

21. dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud,

  Al Insyiqaaq Ayat 22

بَلِ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا يُكَذِّبُوۡنَ ۖ‏
٢٢

22. bahkan orang-orang kafir itu mendustakan(nya).

  Al Insyiqaaq Ayat 23

وَاللّٰهُ اَعۡلَمُ بِمَا يُوۡعُوۡنَ ۖ‏
٢٣

23. Padahal Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).

  Al Insyiqaaq Ayat 24

فَبَشِّرۡهُمۡ بِعَذَابٍ اَلِيۡمٍۙ‏
٢٤

24. Maka beri kabar gembiralah mereka dengan azab yang pedih,

  Al Insyiqaaq Ayat 25

اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمۡ اَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُوۡنٍ‏
٢٥

25. tetapi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.

  Al Buruuj Ayat 1

وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الۡبُرُوۡجِۙ‏
١

ORANG-ORANG YANG MENENTANG MUHAMMAD S.A.W. AKAN MENGALAMI KEHANCURAN SEBAGAIMANA YANG DIALAMI UMAT-UMAT DAHULU YANG MENENTANG RASUL-RASUL MEREKA

1. Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,

  Al Buruuj Ayat 2

وَالۡيَوۡمِ الۡمَوۡعُوۡدِۙ‏
٢

2. dan hari yang dijanjikan,

  Al Buruuj Ayat 3

وَشَاهِدٍ وَّمَشۡهُوۡدٍؕ‏  
٣

3. dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.

  Al Buruuj Ayat 4

قُتِلَ اَصۡحٰبُ الۡاُخۡدُوۡدِۙ‏
٤

4. Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit[1567],
[1567]. Yaitu pembesar-pembesar Najran di Yaman.

  Al Buruuj Ayat 5

النَّارِ ذَاتِ الۡوَقُوۡدِۙ‏
٥

5. yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,

  Al Buruuj Ayat 6

اِذۡ هُمۡ عَلَيۡهَا قُعُوۡدٌ ۙ‏  
٦

6. ketika mereka duduk di sekitarnya,

  Al Buruuj Ayat 7

وَّهُمۡ عَلٰى مَا يَفۡعَلُوۡنَ بِالۡمُؤۡمِنِيۡنَ شُهُوۡدٌ ؕ‏  
٧

7. sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.

  Al Buruuj Ayat 8

وَمَا نَقَمُوۡا مِنۡهُمۡ اِلَّاۤ اَنۡ يُّؤۡمِنُوۡا بِاللّٰهِ الۡعَزِيۡزِ الۡحَمِيۡدِۙ‏
٨

8. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,

  Al Buruuj Ayat 9

الَّذِىۡ لَهٗ مُلۡكُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ؕ وَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ شَهِيۡدٌ ؕ‏
٩

9. Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

  Al Buruuj Ayat 10

اِنَّ الَّذِيۡنَ فَتَـنُوا الۡمُؤۡمِنِيۡنَ وَ الۡمُؤۡمِنٰتِ ثُمَّ لَمۡ يَتُوۡبُوۡا فَلَهُمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمۡ عَذَابُ الۡحَرِيۡقِؕ‏
١٠

10. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan[1568]kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.
[1568]. Yang dimaksud dengan mendatangkan cobaan ialah, seperti menyiksa, mendatangkan bencana, membunuh dan sebagainya.

  Al Buruuj Ayat 11

اِنَّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمۡ جَنّٰتٌ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ ؕؔ ذٰلِكَ الۡفَوۡزُ الۡكَبِيۡرُؕ‏
١١

11. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.

  Al Buruuj Ayat 12

اِنَّ بَطۡشَ رَبِّكَ لَشَدِيۡدٌ ؕ‏
١٢

12. Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.

  Al Buruuj Ayat 13

اِنَّهٗ هُوَ يُبۡدِئُ وَيُعِيۡدُ‌ ۚ‏
١٣

13. Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali).

  Al Buruuj Ayat 14

وَهُوَ الۡغَفُوۡرُ الۡوَدُوۡدُۙ‏
١٤

14. Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih,

  Al Buruuj Ayat 15

ذُو الۡعَرۡشِ الۡمَجِيۡدُ ۙ‏
١٥

15. yang mempunyai 'Arsy, lagi Maha Mulia,

  Al Buruuj Ayat 16

فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيۡدُ ؕ‏
١٦

16. Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

  Al Buruuj Ayat 17

هَلۡ اَتٰٮكَ حَدِيۡثُ الۡجُـنُوۡدِۙ‏
١٧

17. Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang,

  Al Buruuj Ayat 18

فِرۡعَوۡنَ وَثَمُوۡدَؕ‏
١٨

18. (yaitu kaum) Fir'aun dan (kaum) Tsamud?

  Al Buruuj Ayat 19

بَلِ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا فِىۡ تَكۡذِيۡبٍۙ‏  
١٩

19. Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan,

  Al Buruuj Ayat 20

وَّاللّٰهُ مِنۡ وَّرَآٮِٕهِمۡ مُّحِيۡطٌ ۚ‏
٢٠

20. padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka[1569].
[1569]. Maksudnya: mereka tidak dapat lolos dari kekuasaan Allah.

  Al Buruuj Ayat 21

بَلۡ هُوَ قُرۡاٰنٌ مَّجِيۡدٌ ۙ‏  
٢١

21. Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia,

  Al Buruuj Ayat 22

فِىۡ لَوۡحٍ مَّحۡفُوۡظٍ‏
٢٢

22. yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.

  Ath Thaariq Ayat 1

وَالسَّمَآءِ وَالطَّارِقِۙ‏
١

TIAP-TIAP MANUSIA ITU ADA YANG MENJAGANYA

1. Demi langit dan yang datang pada malam hari,

  Ath Thaariq Ayat 2

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا الطَّارِقُۙ‏
٢
2. tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S.86:2-5) turun berkenaan dengan Abbil Assad yang berdiri diatas kulit yang sudah disamak sambil berkata dengan sombong: "Hai golongan Quraisy, barangsiapa yang bisa memindahkan aku dari kulit akan aku beri hadiah." Selanjutnya ia berkata: "Muhammad menganggap bahwa penjaga pintu jahanam itu berjumlah 19. Aku sendiri sanggup mewakili kalian mengalahkan yang 10 dan kalian mengalahkan yang 9 lagi." Ayat ini (S.86:2-5) turun sebagai sindirin terhadap perbuatan mereka.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari 'Ikrimah.)

  Ath Thaariq Ayat 3

النَّجۡمُ الثَّاقِبُۙ‏
٣
3. (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,Asbabun nuzul

  Ath Thaariq Ayat 4

اِنۡ كُلُّ نَفۡسٍ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٌؕ‏  
٤
4. tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada penjaganya.Asbabun nuzul

  Ath Thaariq Ayat 5

فَلۡيَنۡظُرِ الۡاِنۡسَانُ مِمَّ خُلِقَؕ‏
٥


ALLAH YANG KUASA MENCIPTAKAN MANUSIA, KUASA PULA MEMBANGKITKANNYA

5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?Asbabun nuzul

  Ath Thaariq Ayat 6

خُلِقَ مِنۡ مَّآءٍ دَافِقٍۙ‏  
٦
6. Dia diciptakan dari air yang dipancarkan,

  Ath Thaariq Ayat 7

يَّخۡرُجُ مِنۡۢ بَيۡنِ الصُّلۡبِ وَالتَّرَآٮِٕبِؕ‏
٧
7. yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.

  Ath Thaariq Ayat 8

اِنَّهٗ عَلٰى رَجۡعِهٖ لَقَادِرٌؕ‏  
٨
8. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).

  Ath Thaariq Ayat 9

يَوۡمَ تُبۡلَى السَّرَآٮِٕرُۙ‏
٩
9. Pada hari dinampakkan segala rahasia,

  Ath Thaariq Ayat 10

فَمَا لَهٗ مِنۡ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍؕ‏  
١٠
10. maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak (pula) seorang penolong.

  Ath Thaariq Ayat 11

وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الرَّجۡعِۙ‏
١١


AL QURAAN PEMISAH ANTARA YANG HAK DAN YANG BATHIL

11. Demi langit yang mengandung hujan[1570]
[1570]. Raj'i berarti kembali. Hujan dinamakan raj'i dalam ayat ini, karena hujan itu berasal dari uap yang naik dari bumi ke udara, kemudian turun ke bumi, kemudian kembali ke atas, dan dari atas kembali ke bumi dan begitulah seterusnya.

  Ath Thaariq Ayat 12

وَالۡاَرۡضِ ذَاتِ الصَّدۡعِۙ‏
١٢
12. dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,

  Ath Thaariq Ayat 13

اِنَّهٗ لَقَوۡلٌ فَصۡلٌۙ‏  
١٣
13. sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil.

  Ath Thaariq Ayat 14

وَّمَا هُوَ بِالۡهَزۡلِؕ‏
١٤
14. dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau.

  Ath Thaariq Ayat 15

اِنَّهُمۡ يَكِيۡدُوۡنَ كَيۡدًا ۙ‏  
١٥
15. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.

  Ath Thaariq Ayat 16

وَّاَكِيۡدُ كَيۡدًا ۚۖ‏  
١٦
16. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.

  Ath Thaariq Ayat 17

فَمَهِّلِ الۡكٰفِرِيۡنَ اَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدًا‏
١٧
17. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.

  Al A'laa Ayat 1

سَبِّحِ اسۡمَ رَبِّكَ الۡاَعۡلَىۙ‏
١

BERTASBIH DAN MENSUCIKAN DIRI ADALAH PANGKAL KEBERUNTUNGAN

1. Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi,

  Al A'laa Ayat 2

الَّذِىۡ خَلَقَ فَسَوّٰى ۙ‏
٢

2. yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukan bahwa apabila datang Jibril membawa wahyu kepada Nabi SAW. beliau mengulang kembali wahyu itu sebelum Jibril selesai menyampaikannya karena takut lupa lagi. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.87:2-6) sebagai jaminan bahwa Rasul tidak akan lupa pada wahyu yang telah diturunkan.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani yang bersumber dari Ibnu Abbas. Didalam isnadnya terdapat juwaibir yang sangat lemah.)

  Al A'laa Ayat 3

وَالَّذِىۡ قَدَّرَ فَهَدٰى ۙ‏
٣

3. dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,Asbabun nuzul

  Al A'laa Ayat 4

وَالَّذِىۡۤ اَخۡرَجَ الۡمَرۡعٰى ۙ‏
٤

4. dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,Asbabun nuzul

  Al A'laa Ayat 5

فَجَعَلَهٗ غُثَآءً اَحۡوٰىؕ‏
٥

5. lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.Asbabun nuzul

  Al A'laa Ayat 6

سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنۡسٰٓىۙ‏
٦

6. Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa,Asbabun nuzul

  Al A'laa Ayat 7

اِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ‌ؕ اِنَّهٗ يَعۡلَمُ الۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفٰىؕ‏
٧

7. kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

  Al A'laa Ayat 8

وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرٰى ‌ۖ‌ۚ‏
٨

8. dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah[1571],
[1571]. Maksudnya: jalan yang membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

  Al A'laa Ayat 9

فَذَكِّرۡ اِنۡ نَّفَعَتِ الذِّكۡرٰىؕ‏
٩

9. oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,

  Al A'laa Ayat 10

سَيَذَّكَّرُ مَنۡ يَّخۡشٰىۙ‏
١٠

10. orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,

  Al A'laa Ayat 11

وَيَتَجَنَّبُهَا الۡاَشۡقَىۙ‏
١١

11. dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.

  Al A'laa Ayat 12

الَّذِىۡ يَصۡلَى النَّارَ الۡكُبۡرٰى‌ۚ‏
١٢

12. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka).

  Al A'laa Ayat 13

ثُمَّ لَا يَمُوۡتُ فِيۡهَا وَلَا يَحۡيٰىؕ‏
١٣

13. Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.

  Al A'laa Ayat 14

قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ تَزَكّٰىۙ‏
١٤

14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

  Al A'laa Ayat 15

وَذَكَرَ اسۡمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰى‌ ؕ‏
١٥

15. dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

  Al A'laa Ayat 16

بَلۡ تُؤۡثِرُوۡنَ الۡحَيٰوةَ الدُّنۡيَا ۖ‏
١٦

16. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.

  Al A'laa Ayat 17

وَالۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ وَّ اَبۡقٰىؕ‏
١٧

17. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

  Al A'laa Ayat 18

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الۡاُوۡلٰىۙ‏
١٨

18. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,

  Al A'laa Ayat 19

صُحُفِ اِبۡرٰهِيۡمَ وَمُوۡسٰى‏
١٩

19. (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa

  Al Ghaasyiyah Ayat 1

هَلۡ اَتٰٮكَ حَدِيۡثُ الۡغَاشِيَةِؕ‏
١

KEADAAN PENGHUNI-PENGHUNI NERAKA DAN PENGHUNI-PENGHUNI SYURGA

1. Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?

  Al Ghaasyiyah Ayat 2

وُجُوۡهٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ‏
٢

2. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,

  Al Ghaasyiyah Ayat 3

عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ‏  
٣

3. bekerja keras lagi kepayahan,

  Al Ghaasyiyah Ayat 4

تَصۡلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ‏  
٤

4. memasuki api yang sangat panas (neraka),

  Al Ghaasyiyah Ayat 5

تُسۡقٰى مِنۡ عَيۡنٍ اٰنِيَةٍؕ‏
٥

5. diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.

  Al Ghaasyiyah Ayat 6

لَـيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ اِلَّا مِنۡ ضَرِيۡعٍۙ‏
٦

6. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,

  Al Ghaasyiyah Ayat 7

لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِىۡ مِنۡ جُوۡعٍؕ‏  
٧

7. yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

  Al Ghaasyiyah Ayat 8

وُجُوۡهٌ يَّوۡمَٮِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ‏
٨

8. Banyak muka pada hari itu berseri-seri,

  Al Ghaasyiyah Ayat 9

لِّسَعۡيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ‏  
٩

9. merasa senang karena usahanya,

  Al Ghaasyiyah Ayat 10

فِىۡ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ‏
١٠

10. dalam syurga yang tinggi,

  Al Ghaasyiyah Ayat 11

لَّا تَسۡمَعُ فِيۡهَا لَاغِيَةً ؕ‏  
١١

11. tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.

  Al Ghaasyiyah Ayat 12

فِيۡهَا عَيۡنٌ جَارِيَةٌ‌ ۘ‏  
١٢

12. Di dalamnya ada mata air yang mengalir.

  Al Ghaasyiyah Ayat 13

فِيۡهَا سُرُرٌ مَّرۡفُوۡعَةٌ ۙ‏  
١٣

13. Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan,

  Al Ghaasyiyah Ayat 14

وَّاَكۡوَابٌ مَّوۡضُوۡعَةٌ ۙ‏  
١٤

14. dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),

  Al Ghaasyiyah Ayat 15

وَّنَمَارِقُ مَصۡفُوۡفَةٌ ۙ‏  
١٥

15. dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,

  Al Ghaasyiyah Ayat 16

وَّزَرَابِىُّ مَبۡثُوۡثَةٌ ؕ‏
١٦

16. dan permadani-permadani yang terhampar.

  Al Ghaasyiyah Ayat 17

اَفَلَا يَنۡظُرُوۡنَ اِلَى الۡاِ بِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ‏
١٧


ANJURAN MEMPERHATIKAN ALAM SEMESTA

17. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Allah melukiskan ciri-ciri surga, kaum-kaum yang sesat merasa heran. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.88:17) sebagai perintah untuk memikirkan keluhuran dan keajaiban ciptaan Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Qotadah.)

  Al Ghaasyiyah Ayat 18

وَاِلَى السَّمَآءِ كَيۡفَ رُفِعَتۡ‏
١٨

18. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?

  Al Ghaasyiyah Ayat 19

وَاِلَى الۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ‏
١٩

19. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?

  Al Ghaasyiyah Ayat 20

وَاِلَى الۡاَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ‏
٢٠

20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

  Al Ghaasyiyah Ayat 21

فَذَكِّرۡ ؕ اِنَّمَاۤ اَنۡتَ مُذَكِّرٌ ؕ‏
٢١

21. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.

  Al Ghaasyiyah Ayat 22

لَـسۡتَ عَلَيۡهِمۡ بِمُصَۜيۡطِرٍۙ‏
٢٢

22. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,

  Al Ghaasyiyah Ayat 23

اِلَّا مَنۡ تَوَلّٰى وَكَفَرَۙ‏
٢٣

23. tetapi orang yang berpaling dan kafir,

  Al Ghaasyiyah Ayat 24

فَيُعَذِّبُهُ اللّٰهُ الۡعَذَابَ الۡاَكۡبَرَؕ‏
٢٤

24. maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

  Al Ghaasyiyah Ayat 25

اِنَّ اِلَيۡنَاۤ اِيَابَهُمۡۙ‏
٢٥

25. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,

  Al Ghaasyiyah Ayat 26

ثُمَّ اِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُمْ‏
٢٦

26. kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.

  Al Fajr Ayat 1

وَالۡفَجۡرِۙ‏
١

MEREKA YANG MENENTANG NABI MUHAMMAD S.A.W. PASTI BINASA SEPERTI UMAT-UMAT DAHULU YANG MENENTANG RASUL-NYA

1. Demi fajar,

  Al Fajr Ayat 2

وَلَيَالٍ عَشۡرٍۙ‏  
٢
2. dan malam yang sepuluh[1572],
[1572]. Malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. Dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram termasuk di dalamnya hari Asyura. Ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Zulhijjah.

  Al Fajr Ayat 3

وَّالشَّفۡعِ وَالۡوَتۡرِۙ‏
٣
3. dan yang genap dan yang ganjil,

  Al Fajr Ayat 4

وَالَّيۡلِ اِذَا يَسۡرِ‌ۚ‏
٤
4. dan malam bila berlalu.

  Al Fajr Ayat 5

هَلۡ فِىۡ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِىۡ حِجۡرٍؕ‏
٥
5. Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.

  Al Fajr Ayat 6

اَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۙ‏
٦
6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?

  Al Fajr Ayat 7

اِرَمَ ذَاتِ الۡعِمَادِۙ‏
٧
7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi[1573],
[1573]. Iram ialah ibukota kaum 'Aad.

  Al Fajr Ayat 8

الَّتِىۡ لَمۡ يُخۡلَقۡ مِثۡلُهَا فِى الۡبِلَادِۙ‏
٨
8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

  Al Fajr Ayat 9

وَثَمُوۡدَ الَّذِيۡنَ جَابُوا الصَّخۡرَ بِالۡوَادِۙ‏
٩
9. dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah[1574],
[1574]. Lembah ini terletak di bagian utara jazirah Arab antara kota Madinah dan Syam. Mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal mereka dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal mereka dan tempat berlindung.

  Al Fajr Ayat 10

وَفِرۡعَوۡنَ ذِى الۡاَوۡتَادِۙ‏
١٠
10. dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),

  Al Fajr Ayat 11

الَّذِيۡنَ طَغَوۡا فِى الۡبِلَادِۙ‏
١١
11. yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,

  Al Fajr Ayat 12

فَاَكۡثَرُوۡا فِيۡهَا الۡفَسَادَۙ‏
١٢
12. lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,

  Al Fajr Ayat 13

فَصَبَّ عَلَيۡهِمۡ رَبُّكَ سَوۡطَ عَذَابٍ ۙۚ‏
١٣
13. karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,

  Al Fajr Ayat 14

اِنَّ رَبَّكَ لَبِالۡمِرۡصَادِؕ‏
١٤
14. sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

  Al Fajr Ayat 15

فَاَمَّا الۡاِنۡسَانُ اِذَا مَا ابۡتَلٰٮهُ رَبُّهٗ فَاَكۡرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗ  ۙ فَيَقُوۡلُ رَبِّىۡۤ اَكۡرَمَنِؕ‏
١٥


KEKAYAAN DAN KEMISKINAN ADALAH UJIAN TUHAN BAGI HAMBA-HAMBANYA

15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku."

  Al Fajr Ayat 16

وَاَمَّاۤ اِذَا مَا ابۡتَلٰٮهُ فَقَدَرَ عَلَيۡهِ رِزۡقَهٗ ۙ فَيَقُوۡلُ رَبِّىۡۤ اَهَانَنِ‌ۚ‏
١٦
16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"[1575].
[1575]. Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. Tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.

  Al Fajr Ayat 17

كَلَّا‌ بَلۡ لَّا تُكۡرِمُوۡنَ الۡيَتِيۡمَۙ‏
١٧
17. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[1576],
[1576]. Yang dimaksud dengan tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-haknya dan tidak berbuat baik kepadanya.

  Al Fajr Ayat 18

وَلَا تَحٰٓضُّوۡنَ عَلٰى طَعَامِ الۡمِسۡكِيۡنِۙ‏
١٨
18. dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,

  Al Fajr Ayat 19

وَتَاۡكُلُوۡنَ التُّرَاثَ اَكۡلًا لَّـمًّا ۙ‏
١٩
19. dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),

  Al Fajr Ayat 20

وَّتُحِبُّوۡنَ الۡمَالَ حُبًّا جَمًّا ؕ‏
٢٠
20. dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

  Al Fajr Ayat 21

كَلَّاۤ اِذَا دُكَّتِ الۡاَرۡضُ دَكًّا دَكًّا ۙ‏  
٢١


PENYESALAN MANUSIA YANG TENGGELAM DALAM KEHIDUPAN DUNIAWI DI HARI KIAMAT

21. Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut,

  Al Fajr Ayat 22

وَّجَآءَ رَبُّكَ وَالۡمَلَكُ صَفًّا صَفًّا ۚ‏  
٢٢
22. dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.

  Al Fajr Ayat 23

وَجِاىْٓءَ يَوۡمَٮِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَ  ۙ‌ يَوۡمَٮِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الۡاِنۡسَانُ وَاَنّٰى لَـهُ الذِّكۡرٰىؕ‏
٢٣
23. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

  Al Fajr Ayat 24

يَقُوۡلُ يٰلَيۡتَنِىۡ قَدَّمۡتُ لِحَـيَاتِى‌ۚ‏
٢٤
24. Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."

  Al Fajr Ayat 25

فَيَوۡمَٮِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهٗۤ اَحَدٌ ۙ‏  
٢٥
25. Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya[1577].
[1577]. Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.

  Al Fajr Ayat 26

وَّلَا يُوۡثِقُ وَثَاقَهٗۤ اَحَدٌ ؕ‏
٢٦
26. dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.

  Al Fajr Ayat 27

يٰۤاَيَّتُهَا النَّفۡسُ الۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ  ۖ‏
٢٧


PENGHARGAAN ALLAH TERHADAP MANUSIA YANG SEMPURNA IMANNYA

27. Hai jiwa yang tenang.Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.89:27 turun berkenaan dengan Hamzah (yang gugur sebagai syahid).
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Buraidah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Nabi saw. bersabda: "Siapa yang akan membeli sumur Rahmat untuk melepaskan dahaga. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosanya." Sumur itu dibeli oleh Utsman. Nabi saw. bersabda: "Apakah engkau rela sumur itu dijadikan sumber air minum bagi semua orang?" Utsman menyetujuinya. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.89:27) berkenaan dengan Utsman.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juwaibir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

  Al Fajr Ayat 28

ارۡجِعِىۡۤ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرۡضِيَّةً‌ ۚ‏  
٢٨
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

  Al Fajr Ayat 29

فَادۡخُلِىۡ فِىۡ عِبٰدِىۙ‏
٢٩
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,

  Al Fajr Ayat 30

وَادۡخُلِىۡ جَنَّتِى‏
٣٠
30. masuklah ke dalam syurga-Ku.

  Al Balad Ayat 1

لَاۤ اُقۡسِمُ بِهٰذَا الۡبَلَدِۙ‏
١

HIDUP MANUSIA PENUH DENGAN PERJUANGAN

1. Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah),

  Al Balad Ayat 2

وَاَنۡتَ حِلٌّ ۢ بِهٰذَا الۡبَلَدِۙ‏
٢
2. dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini,

  Al Balad Ayat 3

وَوَالِدٍ وَّمَا وَلَدَ ۙ‏
٣
3. dan demi bapak dan anaknya.

  Al Balad Ayat 4

لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِىۡ كَبَدٍؕ‏
٤
4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

  Al Balad Ayat 5

اَيَحۡسَبُ اَنۡ لَّنۡ يَّقۡدِرَ عَلَيۡهِ اَحَدٌ‌ ۘ‏  
٥
5. Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya?

  Al Balad Ayat 6

يَقُوۡلُ اَهۡلَكۡتُ مَالًا لُّبَدًا ؕ‏
٦
6. Dan mengatakan: "Aku telah menghabiskan harta yang banyak."

  Al Balad Ayat 7

اَيَحۡسَبُ اَنۡ لَّمۡ يَرَهٗۤ اَحَدٌ ؕ‏
٧
7. Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?

  Al Balad Ayat 8

اَلَمۡ نَجۡعَلۡ لَّهٗ عَيۡنَيۡنِۙ‏
٨
8. Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata,

  Al Balad Ayat 9

وَلِسَانًا وَّشَفَتَيۡنِۙ‏
٩
9. lidah dan dua buah bibir.

  Al Balad Ayat 10

وَهَدَيۡنٰهُ النَّجۡدَيۡنِ‌ۚ‏
١٠
10. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan[1578],
[1578]. Yang dimaksud dengan dua jalan ialah jalan kebajikan dan jalan kejahatan.

  Al Balad Ayat 11

فَلَا اقۡتَحَمَ الۡعَقَبَةَ ۖ‏
١١
11. Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.

  Al Balad Ayat 12

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا الۡعَقَبَةُ ؕ‏
١٢
12. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?

  Al Balad Ayat 13

فَكُّ رَقَبَةٍ ۙ‏
١٣
13. (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

  Al Balad Ayat 14

اَوۡ اِطۡعٰمٌ فِىۡ يَوۡمٍ ذِىۡ مَسۡغَبَةٍ ۙ‏  
١٤
14. atau memberi makan pada hari kelaparan,

  Al Balad Ayat 15

يَّتِيۡمًا ذَا مَقۡرَبَةٍ ۙ‏
١٥
15. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

  Al Balad Ayat 16

اَوۡ مِسۡكِيۡنًا ذَا مَتۡرَبَةٍ ؕ‏
١٦
16. atau kepada orang miskin yang sangat fakir.

  Al Balad Ayat 17

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡمَرۡحَمَةِ ؕ‏
١٧
17. Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

  Al Balad Ayat 18

اُولٰٓٮِٕكَ اَصۡحٰبُ الۡمَيۡمَنَةِ ؕ‏
١٨
18. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

  Al Balad Ayat 19

وَالَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا بِاٰيٰتِنَا هُمۡ اَصۡحٰبُ الۡمَشۡـَٔـمَةِ ؕ‏
١٩
19. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

  Al Balad Ayat 20

عَلَيۡهِمۡ نَارٌ مُّؤۡصَدَةٌ‏
٢٠
20. Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.

  Asy Syams Ayat 1

وَالشَّمۡسِ وَضُحٰٮهَا  ۙ‏
١

MANUSIA DIILHAMI ALLAH JALAN YANG BURUK DAN YANG BAIK

1. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,

  Asy Syams Ayat 2

وَالۡقَمَرِ اِذَا تَلٰٮهَا  ۙ‏
٢
2. dan bulan apabila mengiringinya,

  Asy Syams Ayat 3

وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰٮهَا ۙ‏
٣
3. dan siang apabila menampakkannya,

  Asy Syams Ayat 4

وَالَّيۡلِ اِذَا يَغۡشٰٮهَا ۙ‏
٤
4. dan malam apabila menutupinya[1579],
[1579]. Maksudnya: malam-malam yang gelap.

  Asy Syams Ayat 5

وَالسَّمَآءِ وَمَا بَنٰٮهَا ۙ‏
٥
5. dan langit serta pembinaannya,

  Asy Syams Ayat 6

وَالۡاَرۡضِ وَمَا طَحٰٮهَا ۙ‏
٦
6. dan bumi serta penghamparannya,

  Asy Syams Ayat 7

وَنَفۡسٍ وَّمَا سَوّٰٮهَا ۙ‏
٧
7. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

  Asy Syams Ayat 8

فَاَلۡهَمَهَا فُجُوۡرَهَا وَتَقۡوٰٮهَا ۙ‏
٨
8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

  Asy Syams Ayat 9

قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ زَكّٰٮهَا ۙ‏
٩
9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

  Asy Syams Ayat 10

وَقَدۡ خَابَ مَنۡ دَسّٰٮهَا ؕ‏
١٠
10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

  Asy Syams Ayat 11

كَذَّبَتۡ ثَمُوۡدُ بِطَغۡوٰٮهَآ  ۙ‏
١١
11. (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,

  Asy Syams Ayat 12

اِذِ انۡۢبَعَثَ اَشۡقٰٮهَا  ۙ‏
١٢
12. ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

  Asy Syams Ayat 13

فَقَالَ لَهُمۡ رَسُوۡلُ اللّٰهِ نَاقَةَ اللّٰهِ وَسُقۡيٰهَا ؕ‏
١٣
13. lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya."

  Asy Syams Ayat 14

فَكَذَّبُوۡهُ فَعَقَرُوۡهَا   ۙفَدَمۡدَمَ عَلَيۡهِمۡ رَبُّهُمۡ بِذَنۡۢبِهِمۡ فَسَوّٰٮهَا  ۙ‏
١٤
14. Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),

  Asy Syams Ayat 15

وَلَا يَخَافُ عُقۡبٰهَا‏
١٥
15. dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

  Al Lail Ayat 1

وَالَّيۡلِ اِذَا يَغۡشٰىۙ‏
١

USAHA MANUSIA ADALAH BERMACAM-MACAM, YANG TERPENTING IALAH MENCARI KEREDHAAN ALLAH

1. Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa seorang pemilik pohon kurma mempunyai pohon yang mayangnya menjulur ke rumah tetangganya seorang fakir yang banyak anaknya. Tiap kali pemilik kurma itu memetik buahnya ia memetiknya dari rumah tetangganya, dan apabila ada kurma jatuh dan dipungut oleh anak-anak itu, ia segera turun dan merampasnya dari tangan anak-anak itu, bahkan yang sudah masuk ke mulut anak-anak itupun dipaksa dikeluarkannya.
Orang fakir itu mengadukan hal itu kepada Nabi saw. dan beliau berjanji akan menyelesaikannya. Kemudian Rasulullah saw. bertemu dengan pemilik kurma itu dan bersabda: "Berikanlah kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si Anu, dan bagianmu sebagai gantinya pohon kurma di surga." Pemilik pohon kurma itu berkata: "Hanya sekian tawaran tuan?" Aku mempunyai banyak pohon kurma dan pohon kurma yang diminta itu paling baik buahnya." Pemilik pohon kurma itu pergi. Pembicaraan dengan Nabi saw. itu terdengar oleh seorang Dermawan yang langsung menghadap kepada Rasulullah saw. dan berkata: "Apakah tawaran tuan itu berlaku juga bagiku, jika pohon kurma itu telah menjadai milikku?" Rasulullah menjawab: "Ya." Maka pergilah orang itu menemui pemilik pohon kurma itu. Pemilik pohon kurma itu berkata: "Apakah engkau tahu bahwa Muhammad saw. menjanjikan pohon kurma di surga sebagai ganti pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku? Dan bahwa aku telah mencatat tawarannya, akan tetapi buahnya sangat mengagumkan, padahal aku banyak mempunyai pohon kurma, dan tidak ada satupun pohon yang selebat itu." Maka berkata orang dermawan itu: "Apakah kau mau menjualnya." Ia menjawab: "Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memnuhi keinginanku, akan tetapi pasti tidak akan ada yang sanggup." Dermawan itu berkata lagi: "Berapa yang engkau inginkan?" Ia berkata: "Aku inginkan empat puluh pohon kurma." Ia pun terdiam kemudian berkata lagi: "Engkau minta yang bukan-bukan, baik aku berikan empat puluh pohon kurma kepadamu, dan aku minta saksi jika engkau benar mau menukarnya." Ia memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan penukaran itu.
Dermawan itu pun menghadap kepada Rasulullah saw. dan berkata: "Ya Rasulullah! Pohon kurma itu telah menjadi milikku dan akan aku serahkan kepada tuan." Maka berangkatlah Rasulullah saw. kepada pemilik yang fakir itu dan bersabda: "Ambillah pohon kurma ini untukmu dan keluargamu." Maka turunlah ayat ini (S.92:1-akhir surat) yang membedakan kedudukan dan akibat orang yang bakhil dengan orang dermawan.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dan yang lainnya dari al-Hakam bin Abban dari Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

  Al Lail Ayat 2

وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰىۙ‏
٢
2. dan siang apabila terang benderang,

  Al Lail Ayat 3

وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالۡاُنۡثٰٓىۙ‏
٣
3. dan penciptaan laki-laki dan perempuan,

  Al Lail Ayat 4

اِنَّ سَعۡيَكُمۡ لَشَتّٰىؕ‏
٤
4. sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.

  Al Lail Ayat 5

فَاَمَّا مَنۡ اَعۡطٰى وَاتَّقٰىۙ‏
٥
5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,Asbabun nuzul
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) berkata kepda Abu Bakar: "Aku melihat engkau memerdekakan hamba-hamba yang lemah. Sekiranya engkau memerdekakan hamba-hamba yang kuat, pasti mereka akan membelamu dan mempertahankanmu, hai anakku." Abu Bakar menjawab: "Wahai Bapakku, aku mengharap apa yang ada di sisi Allah." Maka turunlah ayat-ayat yang berkenaan dengan Abu Bakar ini (S.92:5-21)
(Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Amir bin Abdllah bin Zubair yang bersumber dari bapaknya bernama Zubair.)

  Al Lail Ayat 6

وَصَدَّقَ بِالۡحُسۡنٰىۙ‏
٦
6. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga),

  Al Lail Ayat 7

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلۡيُسۡرٰىؕ‏
٧
7. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

  Al Lail Ayat 8

وَاَمَّا مَنۡۢ بَخِلَ وَاسۡتَغۡنٰىۙ‏
٨
8. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup[1580],
[1580]. Yang dimaksud dengan merasa dirinya cukup ialah tidak memerlukan lagi pertolongan Allah dan tidak bertakwa kepada-Nya.

  Al Lail Ayat 9

وَكَذَّبَ بِالۡحُسۡنٰىۙ‏
٩
9. serta mendustakan pahala terbaik,

  Al Lail Ayat 10

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلۡعُسۡرٰىؕ‏
١٠
10. maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.

  Al Lail Ayat 11

وَمَا يُغۡنِىۡ عَنۡهُ مَالُهٗۤ اِذَا تَرَدّٰىؕ‏
١١
11. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.

  Al Lail Ayat 12

اِنَّ عَلَيۡنَا لَـلۡهُدٰىۖ‏
١٢
12. Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,

  Al Lail Ayat 13

وَاِنَّ لَـنَا لَـلۡاٰخِرَةَ وَالۡاُوۡلٰى‏
١٣
13. dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.

  Al Lail Ayat 14

فَاَنۡذَرۡتُكُمۡ نَارًا تَلَظّٰى‌ۚ‏
١٤
14. Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.

  Al Lail Ayat 15

لَا يَصۡلٰٮهَاۤ اِلَّا الۡاَشۡقَىۙ‏
١٥
15. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,

  Al Lail Ayat 16

الَّذِىۡ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىؕ‏
١٦
16. yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).

  Al Lail Ayat 17

وَسَيُجَنَّبُهَا الۡاَتۡقَىۙ‏
١٧
17. Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu,Asbabun nuzul
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Abu Bakar telah memerdekakan tujuh orang hamba yang disiksa oleh pemiliknya karena hamba-hamba itu beriman kepada Allah. Ayat ini (S.92:17-21) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai janji Allah kepada hamba-hamba-Nya yang dermawan menafkahkan hartanya di jalan Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Urwah.)

  Al Lail Ayat 18

الَّذِىۡ يُؤۡتِىۡ مَالَهٗ يَتَزَكّٰى‌ۚ‏
١٨
18. yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,

  Al Lail Ayat 19

وَمَا لِاَحَدٍ عِنۡدَهٗ مِنۡ نِّعۡمَةٍ تُجۡزٰٓىۙ‏
١٩
19. padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,Asbabun nuzul
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S.92:19-21) turun berkenaan dengan kedermawanan Abu bakar.
(Diriwayatkan oleh al-Bazzar yang bersumber dari Ibnuz-Zubair.)

  Al Lail Ayat 20

اِلَّا ابۡتِغَآءَ وَجۡهِ رَبِّهِ الۡاَعۡلٰى‌ۚ‏
٢٠
20. tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

  Al Lail Ayat 21

وَلَسَوۡفَ يَرۡضٰى‏
٢١
21. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.

  Adh Dhuhaa Ayat 1

وَالضُّحٰىۙ‏
١

BEBERAPA NI'MAT YANG DIANUGERAHKAN KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W.

1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasululloh merasa kurang enak badan sehingga tidak shalat malam 1 atau 2 malam. Datanglah seorang wanita yang berkata kepadanya: "Hai Muhammad aku melihat syaithanmu (yang dimaksud syaitan oleh wanita itu ialah Jibril), telah meninggalkan engkau." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.93:1-3) yang menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan Muhammad dan tidak membencinya.
(Diriwayatkan oleh as-Saykhani dan lainnya yang bersumber dari Jundub.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Jibril untuk beberapa lama tidak datang pada Nabi SAW. Berkatalah kaum musyrikin: "Muhammad telah ditinggalkan." Maka turunlah ayat ini (S.93:1-3) yang membantah ucapan-ucapan mereka.
(Diriwatkan oleh Sa'id bin Mansyur dan Al-Faryabi yang bersumber dari Jundub.)

  Adh Dhuhaa Ayat 2

وَالَّيۡلِ اِذَا سَجٰىۙ‏
٢
2. dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),Asbabun nuzul

  Adh Dhuhaa Ayat 3

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىؕ‏
٣
3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu[1581].Asbabun nuzul
[1581]. Maksudnya: ketika turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad s.a.w. terhenti untuk sementara waktu, orang-orang musyrik berkata: "Tuhannya (Muhammad) telah meninggalkannya dan benci kepadanya." Maka turunlah ayat ini untuk membantah perkataan orang-orang musyrik itu.

  Adh Dhuhaa Ayat 4

وَلَـلۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ لَّكَ مِنَ الۡاُوۡلٰىؕ‏
٤
4. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)[1582].
[1582]. Maksudnya ialah bahwa akhir perjuangan Nabi Muhammad s.a.w. itu akan menjumpai kemenangan-kemenangan, sedang permulaannya penuh dengan kesulitan-kesulitan. Ada pula sebagian ahli tafsir yang mengartikan akhirat dengan kehidupan akhirat beserta segala kesenangannya dan ula dengan arti kehidupan dunia.

  Adh Dhuhaa Ayat 5

وَلَسَوۡفَ يُعۡطِيۡكَ رَبُّكَ فَتَرۡضٰىؕ‏
٥
5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.

  Adh Dhuhaa Ayat 6

اَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيۡمًا فَاٰوٰى‏
٦
6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

  Adh Dhuhaa Ayat 7

وَوَجَدَكَ ضَآ لًّا فَهَدٰى‏
٧
7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung[1583], lalu Dia memberikan petunjuk.
[1583]. Yang dimaksud dengan bingung di sini ialah kebingungan untuk mendapatkan kebenaran yang tidak bisa dicapai oleh akal, lalu Allah menurunkan wahyu kepada Muhammad s.a.w. sebagai jalan untuk memimpin ummat menuju keselamatan dunia dan akhirat.

  Adh Dhuhaa Ayat 8

وَوَجَدَكَ عَآٮِٕلًا فَاَغۡنٰىؕ‏
٨
8. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

  Adh Dhuhaa Ayat 9

فَاَمَّا الۡيَتِيۡمَ فَلَا تَقۡهَرۡؕ‏
٩
9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

  Adh Dhuhaa Ayat 10

وَاَمَّا السَّآٮِٕلَ فَلَا تَنۡهَرۡؕ‏
١٠
10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

  Adh Dhuhaa Ayat 11

وَاَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ‏
١١
11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.

  Al Insyirah Ayat 1

اَلَمۡ نَشۡرَحۡ لَـكَ صَدۡرَكَۙ‏
١

PERINTAH ALLAH KEPADA MUHAMMAD S.A.W. AGAR TERUS BERJUANG DENGAN IKHLAS DAN TAWAKKAL

1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,Asbabun nuzul
Menurut as-Suyuthi ayat ini (S.94:1-8) turun ketika kaum musyrikim memperolok-olokkan kaum muslimin karena kekafirannya.

  Al Insyirah Ayat 2

وَوَضَعۡنَا عَنۡكَ وِزۡرَكَۙ‏
٢
2. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun ayat ini (S.94:2-6) Rasululloh SAW. bersabda: "Bergembiralah kalian karena akan datang kemudahan bagi kalian. Kesusahan tidak akan mengalahkan dua kemudahan."
(Diriwayatkan oleh Ibnu jarir yang bersumber dari al-Hasan.)

  Al Insyirah Ayat 3

الَّذِىۡۤ اَنۡقَضَ ظَهۡرَكَۙ‏
٣
3. yang memberatkan punggungmu[1584]?Asbabun nuzul
[1584]. Yang dimaksud dengan beban di sini ialah kesusahan-kesusahan yang diderita Nabi Muhammad s.a.w. dalam menyampaikan risalah.

  Al Insyirah Ayat 4

وَرَفَعۡنَا لَـكَ ذِكۡرَكَؕ‏
٤
4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu[1585],Asbabun nuzul
[1585]. Meninggikan nama Nabi Muhammad s.a.w di sini maksudnya ialah meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, menjadikan taat kepada Nabi termasuk taat kepada Allah dan lain-lain.

  Al Insyirah Ayat 5

فَاِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا ۙ‏
٥
5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,Asbabun nuzul

  Al Insyirah Ayat 6

اِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا ؕ‏  
٦
6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Asbabun nuzul

  Al Insyirah Ayat 7

فَاِذَا فَرَغۡتَ فَانۡصَبۡۙ‏
٧
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain[1586],Asbabun nuzul
[1586]. Maksudnya: sebagian ahli tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) telah selesai berdakwah maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan: Apabila telah selesai mengerjakan shalat berdoalah.

  Al Insyirah Ayat 8

وَاِلٰى رَبِّكَ فَارۡغَب‏
٨
8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.Asbabun nuzul

  At Tiin Ayat 1

وَالتِّيۡنِ وَالزَّيۡتُوۡنِۙ‏
١

MANUSIA DICIPTAKAN DALAM BENTUK YANG SEBAIK-BAIKNYA

1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun[1587],
[1587.] Yang dimaksud dengan Tin oleh sebagian ahli Tafsir ialah tempat tinggal Nabi Nuh, yaitu Damaskus yang banyak pohon Tin; dan Zaitun ialah Baitul Maqdis yang banyak tumbuh Zaitun.

  At Tiin Ayat 2

وَطُوۡرِ سِيۡنِيۡنَۙ‏
٢
2. dan demi bukit Sinai[1588],
[1588]. Bukit Sinai yaitu tempat Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Tuhannya.

  At Tiin Ayat 3

وَهٰذَا الۡبَلَدِ الۡاَمِيۡنِۙ‏
٣
3. dan demi kota (Mekah) ini yang aman,

  At Tiin Ayat 4

لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِىۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوِيۡمٍ‏
٤
4. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .

  At Tiin Ayat 5

ثُمَّ رَدَدۡنٰهُ اَسۡفَلَ سَافِلِيۡنَۙ‏
٥
5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.95:5 mengandung arti ke tingkat pikun (seperti bayi lagi). Oleh karena itu Rasulullah saw. ditanya tentang (kedudukan) orang yang telah pikun itu. Maka Allah menurunkan ayat selanjutnya (S.95:6) yang menegaskan bahwa mereka yang beriman dan beramal shalih sebelum pikun akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al-'ufi yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

  At Tiin Ayat 6

اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمۡ اَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُوۡنٍؕ‏  
٦


YANG MENJADI POKOK KEMULIAAN MANUSIA ADALAH IMAN DAN AMALNYA

6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.Asbabun nuzul

  At Tiin Ayat 7

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعۡدُ بِالدِّيۡنِ‏
٧
7. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

  At Tiin Ayat 8

اَلَيۡسَ اللّٰهُ بِاَحۡكَمِ الۡحٰكِمِيۡنَ‏
٨
8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

  Al 'Alaq Ayat 1

اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَ‌ۚ‏
١

TULIS BACA ADALAH KUNCI ILMU PENGETAHUAN

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

  Al 'Alaq Ayat 2

خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍ‌ۚ‏
٢
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

  Al 'Alaq Ayat 3

اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُۙ‏
٣
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

  Al 'Alaq Ayat 4

الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ‏
٤
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
[1589]. Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.

  Al 'Alaq Ayat 5

عَلَّمَ الۡاِنۡسَانَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡؕ‏
٥
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

  Al 'Alaq Ayat 6

كَلَّاۤ اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَيَطۡغٰٓىۙ‏
٦


MANUSIA MENJADI JAHAT KARENA MERASA CUKUP

6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Abu Jahal pernah berkata: "Apakah Muhammad meletakkan mukanya ke tanah (sujud) di hadapan kamu?" Ketika itu orang membenarkannya. Selanjutnya Abu Jahal berkata: "Demi Lata dan 'Uzza, sekiranya aku melihatnya demikian, akan aku injak batang lehernya dan aku benamkan mukanya ke dalam tanah." Ayat ini (S.96:6-19) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Abi Hurairah.)

  Al 'Alaq Ayat 7

اَنۡ رَّاٰهُ اسۡتَغۡنٰىؕ‏
٧
7. karena dia melihat dirinya serba cukup.Asbabun nuzul

  Al 'Alaq Ayat 8

اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجۡعٰىؕ‏
٨
8. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).Asbabun nuzul

  Al 'Alaq Ayat 9

اَرَءَيۡتَ الَّذِىۡ يَنۡهٰىؕ‏
٩
9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. sedang shalat, datanglah Abu Jahal melarang Nabi melakukannya. Ayat ini (S.69:9-16) turun berkenaan dengan peristiwa di atas sebagai ancaman kepada orang yang menghalang-halangi beribadat.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

  Al 'Alaq Ayat 10

عَبۡدًا اِذَا صَلّٰىؕ‏
١٠
10. seorang hamba ketika mengerjakan shalat[1590],Asbabun nuzul
[1590]. Yang dimaksud dengan orang yang hendak melarang itu ialah Abu Jahal, yang dilarang itu ialah Rasulullah sendiri. Akan tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. Setelah Rasulullah selesai shalat disampaikan orang berita itu kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah mengatakan: "Kalau jadilah Abu Jahal berbuat demikian pasti dia akan dibinasakan oleh Malaikat."

  Al 'Alaq Ayat 11

اَرَءَيۡتَ اِنۡ كَانَ عَلَى الۡهُدٰٓىۙ‏
١١
11. bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,Asbabun nuzul

  Al 'Alaq Ayat 12

اَوۡ اَمَرَ بِالتَّقۡوٰىۙ‏
١٢
12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?Asbabun nuzul

  Al 'Alaq Ayat 13

اَرَءَيۡتَ اِنۡ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىؕ‏
١٣
13. Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?Asbabun nuzul

  Al 'Alaq Ayat 14

اَلَمۡ يَعۡلَمۡ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىؕ‏
١٤
14. Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?Asbabun nuzul

  Al 'Alaq Ayat 15

كَلَّا لَٮِٕنۡ لَّمۡ يَنۡتَهِ  ۙ لَنَسۡفَعًۢا بِالنَّاصِيَةِۙ‏
١٥
15. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya[1591],Asbabun nuzul
[1591]. Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.

  Al 'Alaq Ayat 16

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ‌ ۚ‏  
١٦
16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.Asbabun nuzul

  Al 'Alaq Ayat 17

فَلۡيَدۡعُ نَادِيَهٗ ۙ‏
١٧
17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),Asbabun nuzul
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Nabi saw. sedang shalat, datanglah Abu Jahal berkata: "Bukankah aku telah melarang engkau berbuat begini (shalat)?" Ia pun dibentak oleh Nabi saw. Abu Jahal berkata: "Bukankah engkau tahu bahwa di sini tidak ada yang lebih banyak pengikutnya daripadaku?" Maka Allah menurunkan ayat ini (S.96:17-19) sebagai ancaman kepada orang-orang yang menghalang-halangi melakukan ibadat dan karena merasa banyak pengikutnya.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya yang bersumber dari Ibnu Abbas. Menurut at-Tirmidzi, hadits ini hasan shahih.)

  Al 'Alaq Ayat 18

سَنَدۡعُ الزَّبَانِيَةَ ۙ‏
١٨
18. kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah[1592],Asbabun nuzul
[1592]. Malaikat Zabaniyah ialah malaikat yang menyiksa orang-orang yang berdosa di dalam neraka.

  Al 'Alaq Ayat 19

كَلَّا ؕ لَا تُطِعۡهُ وَاسۡجُدۡ وَاقۡتَرِبْ۩‏
١٩
19. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).Asbabun nuzul

  Al Qadr Ayat 1

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ ۖ ۚ‏
١

KEMULIAAN LAILATUL QADR

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[1593].Asbabun nuzul
[1593]. Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Nabi saw. bermimpi melihat Bani Umayyah menduduki dan menguasai mimbarnya setelah beliau wafat. Beliau merasa tidak senang karenanya. Maka turunlah S.108:1, dan S.97:1-5) untuk membesarkan hati beliau.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim dan Ibnu Jarir yang bersumber dari al-Hasan bin Ali.)
Keterangan:
Al-Qasim al-Hirani menyatakan bahwa kerajaan Bani Umayyah itu ternyata berlangsung tidak lebih dan tidak kurang dari 1000 bulan. Menurut at-Tirmidzi, riwayat ini Gharib sedang al-Muzani dan Ibnu Katsir menyebutnya sangat munkar.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah menyebut-nyebut seorang Bani Israil yang berjuang fii sabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Kaum muslimin mengagumi perjuangan orang tersebut. Maka allah menurunkan S.97:1-3, bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada perjuangan Bani Israil selama 1000 bulan.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan al-Wahidi yang bersumber dari Mujahid.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa di zaman Bani Israil terdapat seorang laki-laki yang beribadah malam hari hingga pagi dan berjuang memerangi musuh pada siang harinya. Perbuatan itu dilakukan selama seribu bulan. Maka Allah menurunkan S.97:1-3 yang menegaskan bahwa satu malam lailatul qadr lebih baik daripada amal 1000 bulan Bani Isra'il tersebut.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid.)

  Al Qadr Ayat 2

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِؕ‏
٢
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?Asbabun nuzul

  Al Qadr Ayat 3

لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  ۙ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍؕ‏  
٣
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.Asbabun nuzul

  Al Qadr Ayat 4

تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ ۛۙ‏  
٤
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.Asbabun nuzul

  Al Qadr Ayat 5

سَلٰمٌ   ۛهِىَ حَتّٰى مَطۡلَعِ الۡفَجۡرِ‏
٥
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.Asbabun nuzul

  Al Bayyinah Ayat 1

لَمۡ يَكُنِ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡ اَهۡلِ الۡكِتٰبِ وَالۡمُشۡرِكِيۡنَ مُنۡفَكِّيۡنَ حَتّٰى تَاۡتِيَهُمُ الۡبَيِّنَةُ ۙ‏
١

AHLI KITAB BERPECAH BELAH MENGHADAPI MUHAMMAD S.A.W. SEDANG AJARAN YANG DIBAWANYA ADALAH WAJAR

1. Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

  Al Bayyinah Ayat 2

رَسُوۡلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتۡلُوۡا صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ۙ‏  
٢
2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),

  Al Bayyinah Ayat 3

فِيۡهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ؕ‏  
٣
3. di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus[1594].
[1594]. Yang dimaksud dengan isi kitab-kitab yang lurus ialah isi kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi seperti Taurat, Zabur, dan Injil yang murni.

  Al Bayyinah Ayat 4

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ اِلَّا مِنۡۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ الۡبَيِّنَةُ ؕ‏
٤
4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

  Al Bayyinah Ayat 5

وَمَاۤ اُمِرُوۡۤا اِلَّا لِيَعۡبُدُوا اللّٰهَ مُخۡلِصِيۡنَ لَـهُ الدِّيۡنَ  ۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤۡتُوا الزَّكٰوةَ‌ وَذٰلِكَ دِيۡنُ الۡقَيِّمَةِ ؕ‏
٥
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
[1595]. Lihat no. [201].

  Al Bayyinah Ayat 6

اِنَّ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡ اَهۡلِ الۡكِتٰبِ وَ الۡمُشۡرِكِيۡنَ فِىۡ نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا ‌ؕ اُولٰٓٮِٕكَ هُمۡ شَرُّ الۡبَرِيَّةِ ؕ‏
٦
6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

  Al Bayyinah Ayat 7

اِنَّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۙ اُولٰٓٮِٕكَ هُمۡ خَيۡرُ الۡبَرِيَّةِ ؕ‏
٧
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

  Al Bayyinah Ayat 8

جَزَآؤُهُمۡ عِنۡدَ رَبِّهِمۡ جَنّٰتُ عَدۡنٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَاۤ اَبَدًا ‌ؕ رَضِىَ اللّٰهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوۡا عَنۡهُ ‌ؕ ذٰلِكَ لِمَنۡ خَشِىَ رَبَّهٗ‏
٨
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

  Al Zalzalah Ayat 1

اِذَا زُلۡزِلَتِ الۡاَرۡضُ زِلۡزَالَهَا ۙ‏
١

DI HARI BERBANGKIT MANUSIA MELIHAT BALASAN PERBUATANNYA BIARPUN YANG SEBESAR DZARRAH

1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),

  Al Zalzalah Ayat 2

وَاَخۡرَجَتِ الۡاَرۡضُ اَثۡقَالَهَا ۙ‏
٢
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

  Al Zalzalah Ayat 3

وَقَالَ الۡاِنۡسَانُ مَا لَهَا‌ ۚ‏
٣
3. dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",

  Al Zalzalah Ayat 4

يَوۡمَٮِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخۡبَارَهَا ۙ‏
٤
4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

  Al Zalzalah Ayat 5

بِاَنَّ رَبَّكَ اَوۡحٰى لَهَا ؕ‏
٥
5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

  Al Zalzalah Ayat 6

يَوۡمَٮِٕذٍ يَّصۡدُرُ النَّاسُ اَشۡتَاتًا  ۙ لِّيُرَوۡا اَعۡمَالَهُمۡؕ‏
٦
6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka[1596],
[1596]. Maksudnya ada di antara mereka yang putih mukanya dan ada pula yang hitam dan sebagainya.

  Al Zalzalah Ayat 7

فَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرًا يَّرَهٗ ؕ‏
٧
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun surat Al Insaan ayat 8 kaum Muslimin menganggap bahwa orang yang bershadaqah sedikit tidak akan memperoleh pahala dan menganggap pula bahwa orang yang berbuat dosa kecil seperti berbohong, mengumpat, mencuri penglihatan dan sebangsanya tidak tercela serta menganggap bahwa ancaman api nereka dari Allah disediakan bagi orang yang berbuat dosa besar. Maka turunlah ayat ini (S.99:7,8) sebagai bantahan terhadap anggapan mereka itu,
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Jubair.)

  Al Zalzalah Ayat 8

وَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ‏
٨
8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.Asbabun nuzul

  Al 'Aadiyaat Ayat 1

وَالۡعٰدِيٰتِ ضَبۡحًا ۙ‏  
١

MANUSIA MENJADI KIKIR KARENA TAMAKNYA KEPADA HARTA

1. Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa rasulullah saw. mengutus sepasukan kuda akan tetapi setelah sebulan lamanya pasukan itu tak ada kabar beritanya. Maka turunlah ayat ini (S.100:1-5) sebagai pemberitahuan tentang pasukan tersebut yang sedang bertempur melawan musuh, dan melukiskan kepahlawanan mereka.
(Diriwayatkan oleh al-Bazzar, Ibnu Abi Hatim dan al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

  Al 'Aadiyaat Ayat 2

فَالۡمُوۡرِيٰتِ قَدۡحًا ۙ‏  
٢
2. dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),Asbabun nuzul

  Al 'Aadiyaat Ayat 3

فَالۡمُغِيۡرٰتِ صُبۡحًا ۙ‏  
٣
3. dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,Asbabun nuzul

  Al 'Aadiyaat Ayat 4

فَاَثَرۡنَ بِهٖ نَقۡعًا ۙ‏  
٤
4. maka ia menerbangkan debu,Asbabun nuzul

  Al 'Aadiyaat Ayat 5

فَوَسَطۡنَ بِهٖ جَمۡعًا ۙ‏
٥
5. dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,Asbabun nuzul

  Al 'Aadiyaat Ayat 6

اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لِرَبِّهٖ لَـكَنُوۡدٌ ۚ‏
٦
6. sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

  Al 'Aadiyaat Ayat 7

وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيۡدٌ ۚ‏
٧
7. dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,

  Al 'Aadiyaat Ayat 8

وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الۡخَيۡرِ لَشَدِيۡدٌ ؕ‏
٨
8. dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta[1597].
[1597]. Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa maksud ayat ini ialah: manusia itu sangat kuat cintanya kepada harta sehingga ia menjadi bakhil.

  Al 'Aadiyaat Ayat 9

اَفَلَا يَعۡلَمُ اِذَا بُعۡثِرَ مَا فِى الۡقُبُوۡرِۙ‏
٩
9. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,

  Al 'Aadiyaat Ayat 10

وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوۡرِۙ‏
١٠
10. dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,

  Al 'Aadiyaat Ayat 11

اِنَّ رَبَّهُمۡ بِهِمۡ يَوۡمَٮِٕذٍ لَّخَبِيۡرٌ‏
١١
11. sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.

  Al Qaari'ah Ayat 1

اَلۡقَارِعَةُ ۙ‏
١

ORANG YANG BERAT DAN RINGAN TIMBANGAN PERBUATANNYA DI HARI KIAMAT

1. Hari Kiamat,

  Al Qaari'ah Ayat 2

مَا الۡقَارِعَةُ‌ ۚ‏
٢
2. apakah hari Kiamat itu?

  Al Qaari'ah Ayat 3

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا الۡقَارِعَةُ ؕ‏
٣
3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

  Al Qaari'ah Ayat 4

يَوۡمَ يَكُوۡنُ النَّاسُ كَالۡفَرَاشِ الۡمَبۡثُوۡثِۙ‏
٤
4. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,

  Al Qaari'ah Ayat 5

وَتَكُوۡنُ الۡجِبَالُ كَالۡعِهۡنِ الۡمَنۡفُوۡشِؕ‏
٥
5. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

  Al Qaari'ah Ayat 6

فَاَمَّا مَنۡ ثَقُلَتۡ مَوَازِيۡنُهٗ ۙ‏
٦
6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,

  Al Qaari'ah Ayat 7

فَهُوَ فِىۡ عِيۡشَةٍ رَّاضِيَةٍ ؕ‏  
٧
7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

  Al Qaari'ah Ayat 8

وَاَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَازِيۡنُهٗ ۙ‏
٨
8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,

  Al Qaari'ah Ayat 9

فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ ؕ‏  
٩
9. maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

  Al Qaari'ah Ayat 10

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا هِيَهۡ ؕ‏
١٠
10. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?

  Al Qaari'ah Ayat 11

نَارٌ حَامِيَةٌ‏
١١
11. (Yaitu) api yang sangat panas.

  At Takaatsur Ayat 1

اَلۡهٰٮكُمُ التَّكَاثُرُۙ‏
١

ANCAMAN ALLAH TERHADAP ORANG YANG LALAI DAN BERMEGAH-MEGAHAN

1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu[1598],Asbabun nuzul
[1598]. Maksudnya: bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S.102:1-2) turun berkenaan dengan dua qabilah Anshar. Bani Haritsah dan Bani Harts yang saling menyombongkan diri dengan kekayaan dan keturunannya dengan saling bertanya: "Apakah kalian mempunyai pahlawan yang segagah dan secekatan si Anu?" Mereka menyombongkan diri pula dengan kedudukan dan kekayaan orang-orang yang masih hidup. Mereka mengajak pula pergi ke kubur untuk menyombongkan kepahlawanan dari golongannya yang sudah gugur, dengan menunjukkan keburannya. Ayat ini (S.102:1-2) turun sebagai teguran kepada orang-orang yang hidup bermegah-megah sehingga terlalaikan ibadahnya kepada Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Buraidah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Ali pernah berkata: "Pada mulanya kami sangsi akan siksa qubur. Setelah turunnya ayat ini (S.102:1-4) hilanglah kesangsian itu."
(Diriwayatkan oleh Ibnu jarir yang bersumber dari Ali.)

  At Takaatsur Ayat 2

حَتّٰى زُرۡتُمُ الۡمَقَابِرَؕ‏
٢
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.Asbabun nuzul

  At Takaatsur Ayat 3

كَلَّا سَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَۙ‏
٣
3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

  At Takaatsur Ayat 4

ثُمَّ كَلَّا سَوۡفَ تَعۡلَمُوۡنَؕ‏
٤
4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.

  At Takaatsur Ayat 5

كَلَّا لَوۡ تَعۡلَمُوۡنَ عِلۡمَ الۡيَقِيۡنِؕ‏
٥
5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,

  At Takaatsur Ayat 6

لَتَرَوُنَّ الۡجَحِيۡمَۙ‏
٦
6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,

  At Takaatsur Ayat 7

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيۡنَ الۡيَقِيۡنِۙ‏
٧
7. dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin[1599].
[1599]. 'Ainul yaqin artinya melihat dengan mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat.

  At Takaatsur Ayat 8

ثُمَّ لَـتُسۡـَٔـلُنَّ يَوۡمَٮِٕذٍ عَنِ النَّعِيۡمِ‏
٨
8. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

  Al 'Ashr Ayat 1

وَالۡعَصۡرِۙ‏
١

AMAT RUGILAH MANUSIA YANG TIDAK MEMANFA'ATKAN WAKTUNYA UNTUK BERBAKTI

1. Demi masa.

  Al 'Ashr Ayat 2

اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ‏
٢
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

  Al 'Ashr Ayat 3

اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ   ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ‏
٣
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

  Al Humazah Ayat 1

وَيۡلٌ لِّـكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةِ ۙ‏
١

AMAT CELAKALAH PENIMBUN HARTA YANG TIDAK MENAFKAHKANNYA DI JALAN ALLAH

1. Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Utsman dan Ibnu Umar berkata: "Masih segar terdengar di telinga kami bahwa ayat ini (S.104:1,2) turun berkenaan dengan Ubay bin Khalaf, seorang tokoh Quraisy yang kaya raya, yang selalu mengejek dan menghina Rasul dengan kekayaannya."
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim yang bersumber dari Utsman dan Ibnu Umar.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S.104:1,2,3) turun berkenaan dengan al-Akhnas bin Syariq yang selalu mengejek dan mengumpat orang. Ayat ini turun berkenaan sebagai teguran terhadap perbuatan seperti itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi hatim yang bersumber dari as-Suddi.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S.104:1-3) turun berkenaan dengan Jamil bin Amir al-Jumbi seorang tokoh musyrik yang selalu mengejek dan menghina orang.
(Diriwayatkan oleh Ibnu jarir yang bersumber dari seorang suku Riqqah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa Ummayah bin Khalaf selalu mencela dan menghina Rasulullah apabila berjumpa dengannya. Maka Allah menurunkan ayat ini (S.104: sampai akhir surat) sebagai ancaman siksa yang sangat dahsyat terhadap orang-orang yang mempunyai anggapan dan berbuat seperti itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Ishaq.)

  Al Humazah Ayat 2

اۨلَّذِىۡ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗ ۙ‏
٢
2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung[1600],Asbabun nuzul
[1600]. Maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karenanya dia menjadi kikir dan tidak mau menafkahkannya di jalan Allah.

  Al Humazah Ayat 3

يَحۡسَبُ اَنَّ مَالَهٗۤ اَخۡلَدَهٗ‌ ۚ‏
٣
3. dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,Asbabun nuzul

  Al Humazah Ayat 4

كَلَّا‌ لَيُنۡۢبَذَنَّ فِى الۡحُطَمَةِ  ۖ‏
٤
4. sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.

  Al Humazah Ayat 5

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا الۡحُطَمَةُ ؕ‏
٥
5. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?

  Al Humazah Ayat 6

نَارُ اللّٰهِ الۡمُوۡقَدَةُ ۙ‏
٦
6. (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,

  Al Humazah Ayat 7

الَّتِىۡ تَطَّلِعُ عَلَى الۡاَفۡـــِٕدَةِ ؕ‏
٧
7. yang (membakar) sampai ke hati.

  Al Humazah Ayat 8

اِنَّهَا عَلَيۡهِمۡ مُّؤۡصَدَةٌ ۙ‏  
٨
8. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,

  Al Humazah Ayat 9

فِىۡ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ‏
٩
9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

  Al Fiil Ayat 1

اَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصۡحٰبِ الۡفِيۡلِؕ‏
١

AZAB ALLAH KEPADA TENTARA BERGAJAH YANG AKAN MENGHANCURKAN KA'BAH

1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah[1601]?
[1601]. Yang dimaksud dengan tentara bergajah ialah tentara yang dipimpin oleh Abrahah Gubernur Yaman yang hendak menghancurkan Ka'bah. Sebelum masuk ke kota Mekah tentara tersebut diserang burung-burung yang melemparinya dengan batu-batu kecil sehingga mereka musnah.

  Al Fiil Ayat 2

اَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِىۡ تَضۡلِيۡلٍۙ‏  
٢
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?

  Al Fiil Ayat 3

وَّاَرۡسَلَ عَلَيۡهِمۡ طَيۡرًا اَبَابِيۡلَۙ‏
٣
3. dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

  Al Fiil Ayat 4

تَرۡمِيۡهِمۡ بِحِجَارَةٍ مِّنۡ سِجِّيۡلٍۙ‏  
٤
4. yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

  Al Fiil Ayat 5

فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ مَّاۡكُوۡلٍ‏
٥
5. lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

  Quraisy Ayat 1

لِاِيۡلٰفِ قُرَيۡشٍۙ‏  
١

KEMAKMURAN DAN KETENTERAMAN SEHARUSNYA MENJADIKAN ORANG BERBAKTI KEPADA ALLAH

1. Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Allah mengutamakan Quraisy dengan tujuh perkara, sampai akhir hadits diantaranya turun ayat berkenaan dengan mereka yang tidak diturunkan kepada yang lainnya, yaitu ayat ini (S.106:1-4).
(Diriwayatkan oleh al-Hakim dan yang lainnya yang bersumber dari Ummu Hani binti Abi Thalib.)

  Quraisy Ayat 2

اٖلٰفِهِمۡ رِحۡلَةَ الشِّتَآءِ وَالصَّيۡفِ‌ۚ‏
٢
2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas[1602].Asbabun nuzul
[1602]. Orang Quraisy biasa mengadakan perjalanan terutama untuk berdagang ke negeri Syam pada musim panas dan ke negeri Yaman pada musim dingin. Dalam perjalanan itu mereka mendapat jaminan keamanan dari penguasa-penguasa dari negeri-negeri yang dilaluinya. Ini adalah suatu nikmat yang amat besar dari Tuhan mereka. Oleh karena itu sewajarnyalah mereka menyembah Allah yang telah memberikan nikmat itu kepada mereka.

  Quraisy Ayat 3

فَلۡيَـعۡبُدُوۡا رَبَّ هٰذَا الۡبَيۡتِۙ‏
٣
3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).Asbabun nuzul

  Quraisy Ayat 4

الَّذِىۡۤ اَطۡعَمَهُمۡ مِّنۡ جُوۡعٍ   ۙ وَّاٰمَنَهُمۡ مِّنۡ خَوۡفٍ‏
٤
4. Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.Asbabun nuzul

  Al Maa'uun Ayat 1

اَرَءَيۡتَ الَّذِىۡ يُكَذِّبُ بِالدِّيۡنِؕ‏
١

BEBERAPA SIFAT YANG DIPANDANG SEBAGAI MENDUSTAKAN AGAMA

1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

  Al Maa'uun Ayat 2

فَذٰلِكَ الَّذِىۡ يَدُعُّ الۡيَتِيۡمَۙ‏
٢
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,

  Al Maa'uun Ayat 3

وَ لَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الۡمِسۡكِيۡنِؕ‏
٣
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

  Al Maa'uun Ayat 4

فَوَيۡلٌ لِّلۡمُصَلِّيۡنَۙ‏
٤
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S.107:4-7) turun berkenaan dengan kaum Munafiqin yang mempertontonkan shalat kepada kaum Mukminin (ria) dan meninggalkannya apabila tidak ada yang melihatnya serta menolak memberikan bantuan ataupun pinjaman. Ayat ini (S.107:4-7) turun sebagai peringatan kepada orang-orang yang berbuat seperti itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dari Tharif bin Abi Thalhal yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

  Al Maa'uun Ayat 5

الَّذِيۡنَ هُمۡ عَنۡ صَلَاتِهِمۡ سَاهُوۡنَۙ‏
٥
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,Asbabun nuzul

  Al Maa'uun Ayat 6

الَّذِيۡنَ هُمۡ يُرَآءُوۡنَۙ‏
٦
6. orang-orang yang berbuat riya[1603],Asbabun nuzul
[1603]. Riya ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.

  Al Maa'uun Ayat 7

وَيَمۡنَعُوۡنَ الۡمَاعُوۡنَ‏
٧
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna[1604].Asbabun nuzul
[1604]. Sebagian mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.

  Al Kautsar Ayat 1

اِنَّاۤ اَعۡطَيۡنٰكَ الۡكَوۡثَرَؕ‏
١

SHALAT DAN BERKORBAN TANDA BERSYUKUR KEPADA NIKMAT ALLAH

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

  Al Kautsar Ayat 2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانۡحَرۡ ؕ‏
٢
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah[1605].
[1605]. Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan qurban dan mensyukuri nikmat Allah.

  Al Kautsar Ayat 3

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الۡاَبۡتَرُ‏
٣
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.[1606]Asbabun nuzul
[1606]. Maksudnya terputus di sini ialah terputus dari rahmat Allah.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Ka'bubnul Asyraf (tokoh Yahudi) datang ke Makkah, kaum Quraisy berkata kepadanya: "Tuan adalah pemimpin orang Madinah, bagaimana pendapat tuan tentang si pura-pura shabar yang diasingkan oleh kaumnya, yang mengangggap dirinya lebih mulia daripada kita padahal kita menyambut oramg-orang yang melaksanakan haji, pemberi minumnya serta penjaga Ka'bah?" Ka'ab berkata: "Kalian lebih mulia daripadanya." Maka turunlah ayat ini (S. 108:3) yang membantah ucapan mereka.
(Diriwayatkan oleh al-Bazazar dan yang lainnya dengan sanad shahih yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Nabi saw. diberi wahyu, kaum Quraisy berkata: "Terputus hubungan Muhammad dengan kita." Maka turunlah ayat ini (S.108:3) sebagai bantahan atas ucapan mereka.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam kitab al-Mushannif dan Ibnul Mundzir yang bersumber dari 'Ikrimah)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Quraisy menganggap kematian anak laki-laki berarti putus turunan. Ketika putra Rasulullah saw. meninggal, al-'Ashi bin Wa'il berkata bahwa Muhammaad terputus turunannya. Maka yata ini (S.108:3) sebagai bantahan terhadap ucapannya itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi.)
Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalail yang bersumber dari Muhammad bin 'Ali, dan disebutkan bahwa yang meninggal itu ialah al-Qasim.
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S.108:3) turun berkenaan dengan al-'Ashi bin Wa'il yang berkata: "Aku membenci Muhammad." Ayat ini (S.108:3) turun sebagai penegasan bahwa orang yang membenci Rasulullah akan terputus segala kebaikannya.
(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi yang bersumber dari Mujahid.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika wafat Ibrahim putra Rasulullah saw. orang-orang musyrik berkata satu sama lain: "Orang murtad itu (Muhammad) telah terputus keturunannya tadi malam." Allah menurunkan ayat ini (S.108:1-3) yang membantah ucapan mereka.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dengan sanad yang dha'if yang bersumber dari Abi Ayyub.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S.108:2) turun ketika Jibril datang kepada Rasulullah pada peristiwa Hudhaibiyyah memerintahkan qurban dan shalat. Rasulullah segera berdiri khutbah fithri mungkin juga Adl-ha (Rawi meragukan, apakah peristiwa di dalam Hadits itu terjadi pada bulan Ramadhan ataukah Dzulqaidah) kemudian shalat dua raka'at dan menuju ke tempat qurban lalu memotong qurban.
(Diriwayatkan oleh Ibnu jarir yang bersumber dari Sa'ad bin Jubair.)
Keterangan:
Menurut as-Suyuthi riwayat ini sangat gharib. Matan hadits ini meragukan karena shalat Ied didahului khutbah (Peny).
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa 'Uqbah bin Abi Mu'aith berkata: "Tidak seorang anak laki-laki pun yang hidup bagi Nabi saw. sehingga keturunannya terputus." Ayat ini (S.108:3) turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu jarir yang bersumber dari Syamar bin 'Athiyah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Ibrahim putra Rasulullah saw. wafat, kaum Quraisy berkata: "Sekarang Muhammad menjadi Abtar (putus turunannya)." Hal ini meyebabkan Nabi saw. bersedih hati, maka turunlah ayat ini (S.108:1-3) sebagai penghibur baginya.
(Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij.)

  Al Kaafiruun Ayat 1

قُلۡ يٰۤاَيُّهَا الۡكٰفِرُوۡنَۙ‏
١

TIDAK ADA TOLERANSI DALAM HAL KEIMANAN DAN PERIBADATAN

1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan yang beliau kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: "Inilah yang kami sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun." Nabi saw menjawab: "Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku." Ayat ini (S.109:1-6) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi saw.: "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula." Maka turunlah Surat Al Kafirun (S.109:1-6).
(Diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahb dan Ibnul Mundzir yang bersumber dari Juraij.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah, al-'Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata: "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6)
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Mina.)

  Al Kaafiruun Ayat 2

لَاۤ اَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُوۡنَۙ‏
٢
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.Asbabun nuzul

  Al Kaafiruun Ayat 3

وَلَاۤ اَنۡـتُمۡ عٰبِدُوۡنَ مَاۤ اَعۡبُدُ‌ ۚ‏
٣
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.Asbabun nuzul

  Al Kaafiruun Ayat 4

وَلَاۤ اَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدۡتُّمۡۙ‏
٤
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,Asbabun nuzul

  Al Kaafiruun Ayat 5

وَ لَاۤ اَنۡـتُمۡ عٰبِدُوۡنَ مَاۤ اَعۡبُدُ ؕ‏
٥
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.Asbabun nuzul

  Al Kaafiruun Ayat 6

لَـكُمۡ دِيۡنُكُمۡ وَلِىَ دِيۡنِ‏
٦
6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."Asbabun nuzul

  An Nashr Ayat 1

اِذَا جَآءَ نَصۡرُ اللّٰهِ وَالۡفَتۡحُۙ‏
١

PERTOLONGAN DAN KEMENANGAN ITU DATANGNYA DARI ALLAH MAKA PUJILAH DIA

1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika Rasulullah saw. masuk kota Makkah pada waktu Fathu Makkah, Khalid bin Walid diperintahkan memasuki Makkah dari jurusan dataran rendah untuk meggempur pasukan Quraisy (yang menyerangnya) serta merampas senjatanya. Setelah memperoleh kemenangan maka berbondong-bondonglah kaum Quraisy masuk Islam. Ayat ini (S.110:1-3) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk memuji syukur dengan me-Maha Sucikan Allah atas kemenangannya dan meminta ampunan atas segala kesalahan.
Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq di dalam kitab al-Mushanaf dari Ma'mar yang bersumber dari az-Zuhri.)

  An Nashr Ayat 2

وَرَاَيۡتَ النَّاسَ يَدۡخُلُوۡنَ فِىۡ دِيۡنِ اللّٰهِ اَفۡوَاجًا ۙ‏  
٢
2. dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,Asbabun nuzul

  An Nashr Ayat 3

فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَاسۡتَغۡفِرۡهُ‌ ؔؕ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا‏
٣
3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.Asbabun nuzul

  Al Lahab Ayat 1

تَبَّتۡ يَدَاۤ اَبِىۡ لَهَبٍ وَّتَبَّؕ‏
١

TUKANG FITNAH ITU PASTI CELAKA

1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa[1607].Asbabun nuzul
[1607]. Yang dimaksud dengan kedua tangan Abu Lahab ialah Abu Lahab sendiri.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. naik ke Bukit Shafa sambil berseru: "Mari berkumpul pada pagi hari ini!" Maka berkumpullah kaum Quraisy. Rasulullah bersabda: "Bagaimana pendapat kalian, seandainya aku beritahu bahwa musuh akan datang besok pagi atau petang, apakah kalian percaya kepadaku?" Kaum Quraisy menjawab: "Pasti kami percaya." Rasulullah bersabda: "Aku peringatkan kalian bahwa siksa Allah yang dahsyat akan datang." Berkata Abu Lahab: "Celaka engkau! Apakah hanya untuk ini, engkau kumpulkan kami?" Maka turunlah ayat ini (S.111:1-5) berkenaan dengan peristiwa yang melukiskan bahwa kecelakaan itu akan terkena kepada orang yang memfitnah dan menghalang-halangi agama Allah.
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan lainnya yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa istri Abu Lahab menyebarkan duri-duri di tempat yang akan dilalui Nabi saw. Ayat ini (S.111:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu yang melukiskan bahwa orang yang menghalang-halangi dan menyebarkan permusuhan terhadap Islam akan mendapat siksa Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Isra'il dari Abi Ishaq yang bersumber dari orang Hamdan bernama Yazid bin Zaid. Diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari 'Ikrimah.)

  Al Lahab Ayat 2

مَاۤ اَغۡنٰى عَنۡهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَؕ‏
٢
2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.Asbabun nuzul

  Al Lahab Ayat 3

سَيَصۡلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ ۖۚ‏  
٣
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.Asbabun nuzul

  Al Lahab Ayat 4

وَّامۡرَاَ تُهٗ ؕ حَمَّالَةَ الۡحَطَبِ‌ۚ‏
٤
4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar[1608].Asbabun nuzul
[1608]. Pembawa kayu bakar dalam bahasa Arab adalah kiasan bagi penyebar fitnah. Isteri Abu Lahab disebut pembawa kayu bakar karena dia selalu menyebar-nyebarkan fitnah untuk memburuk-burukkan nabi Muhammad s.a.w. dan kaum Muslim.

  Al Lahab Ayat 5

فِىۡ جِيۡدِهَا حَبۡلٌ مِّنۡ مَّسَدٍ‏
٥
5. Yang di lehernya ada tali dari sabut.Asbabun nuzul

  Al Ikhlash Ayat 1

قُلۡ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ ۚ‏
١

ARTI KEESAAN TUHAN

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum musyrikin meminta penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada Rasulullah saw. dengan berkata: "Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu." Ayat ini (S. 112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum musyrikin.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah dari Abi Aliyah yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab. Diriwayatkan pula oleh at-Thabarani dan Ibnu jarir yang bersumber dari Jabir bin Abdillah dan dijadikan dalil bahwa surat ini Makkiyah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi menghadap kepada Nabi saw. dan diantaranya Ka'bubnul 'asyraf dan Hay bin Akhtab. Mereka berkata: "Hai Muhammad, lukiskan sifat-sifat Tuhan yang mengutusmu." Ayat ini (S.112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Sa'id bin Jubair. Dengan riwayat ini Sa'id bin Jubair menegaskan bahwa surat ini Madaniyyah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Ahzab(Persekutuan antara kamu Quraisy, Yahudi Madinah, kaum Goththafan dari Thaif dan munafiqin Madinah dan beberapa suku sekeliling Makkah) berkata: "Lukiskan sifat Tuhanmu kepada kami." Maka datanglah Jibril menyampaikan surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat-sifat Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abil 'Aliyah yang bersumber dari Qatadah.)
Keterangan:
Menurut as-Suyuthi kata "al-Musyrikin" dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab ialah musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga surat ini dapat dipastikan Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara dua hadits tersebut di atas dan diperkuat pula oleh riwayat Abus Syaikh di dalam kitabul Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap kepada Nabi saw. dan berkata: "Hai Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu." Rasulullah saw tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah.

  Al Ikhlash Ayat 2

اَللّٰهُ الصَّمَدُ‌ ۚ‏
٢
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.Asbabun nuzul

  Al Ikhlash Ayat 3

لَمۡ يَلِدۡ   ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ ۙ‏
٣
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,Asbabun nuzul

  Al Ikhlash Ayat 4

وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ‏
٤
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."Asbabun nuzul

  Al Falaq Ayat 1

قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ الۡفَلَقِۙ‏
١

ALLAH PELINDUNG DARI SEGALA KEJAHATAN

1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,Asbabun nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw. pernah sakit yang agak parah, sehingga datanglah kepadanya dua malaikat, yang satu duduk di sebelah kepalanya dan yang satu lagi duduk di sebelah kakinya. Berkatalah malaikat yang berada di sebelah kakinya kepada malaikat yang berada di sebelah kepalanya: "Apa yang engkau lihat?" Ia berkata: "Dia kena guna-guna." "Apa guna-guna itu?" "Guna-guna itu sihir." "Siapa yang membuat sihirnya?" Ia menjawab: "Labid bin al-A’syam Alyahudi yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di sumur keluarga Si Anu di bawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah." Pada pagi hari Rasulullah saw. Mengutus Ammar bin Yasir dengan kawan-kawannya. Setibanya di sumur itu tampaklah airnya yang merah seperti pacar. Air itu ditimbanya dan diangkat batunya serta dikeluarkan gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul. Kedua surat ini (S.113 dan 114) turun berkenaan dengan peristiwa itu. Setiap kali Rasulullah saw. mengucapkan satu ayat terbukalah simpulnya.
(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab Halaílun Nubuwah dari al-Kalbi dari Abi Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
Keterangan:
Dalam kitab Bukhari terdapat syahid (penguat hadits) yang ceritanya seperti itu, tapi tidak menyebutkan sebab turunnya dua surat itu. Dalam riwayat lain ada syahid yang ceritanya seperti itu dan menyebutkan sebab turunnya kedua surat itu.
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi membuatkan makanan bagi Rasulullah saw. Setelah makan makanan itu tiba-tiba Rasulullah sakit keras sehingga shahabat-shahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbul dari perbuatan yahudi itu. Maka turunlah Jibril membawa surat ini (S. 113 dan 114) dan membacakan ta’udz. Seketika itu juga Rasulullah keluar menemui shahabat-shahabatnya dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
(Diriwayatkan oleh Abu Na’im dalam kitab al-Dalaildari Abu Jafar ar-Razi dari ar-Rabi bin Anas yang bersumber dari Anas bin Malik.)

  Al Falaq Ayat 2

مِنۡ شَرِّ مَا خَلَقَۙ‏
٢
2. dari kejahatan makhluk-Nya,Asbabun nuzul

  Al Falaq Ayat 3

وَمِنۡ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ‏
٣
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,Asbabun nuzul

  Al Falaq Ayat 4

وَمِنۡ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الۡعُقَدِۙ‏
٤
4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul[1609],Asbabun nuzul
[1609]. Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.

  Al Falaq Ayat 5

وَمِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ‏
٥
5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."Asbabun nuzul

  An Naas Ayat 1

قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ‏
١

ALLAH PELINDUNG MANUSIA DARI KEJAHATAN BISIKAN SYAITAN DAN MANUSIA

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.Asbabun nuzul

  An Naas Ayat 2

مَلِكِ النَّاسِۙ‏
٢
2. Raja manusia.Asbabun nuzul

  An Naas Ayat 3

اِلٰهِ النَّاسِۙ‏
٣
3. Sembahan manusia.Asbabun nuzul

  An Naas Ayat 4

مِنۡ شَرِّ الۡوَسۡوَاسِ  ۙ الۡخَـنَّاسِ ۙ‏
٤
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,Asbabun nuzul

  An Naas Ayat 5

الَّذِىۡ يُوَسۡوِسُ فِىۡ صُدُوۡرِ النَّاسِۙ‏
٥
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,Asbabun nuzul

  An Naas Ayat 6

مِنَ الۡجِنَّةِ وَالنَّاسِ‏
٦
6. dari (golongan) jin dan manusia.Asbabun nuzul

Aplikasi Android

Iklan

Iklan